Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Matius 11:28)
Tampilkan postingan dengan label Kisah nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah nyata. Tampilkan semua postingan

1 Des 2013

Saatku Takut Tuhanku Sanggup

Posted by Unknown on 20:14 with No comments
Awalnya mengalami sakit kulit,gatal-gatal akibat terkelupasnya kulit disekujur tubuhnya.Dimulai dari 2 titik seperti bintil merah pada sisi perut bagian kiri dan kanan. Lalu bergerak terus dari hari ke hari keatas dan ke bawah sehingga seluruh tubuh saya penuh dengan penyakit kulit seperti eksim yang gatal sekali dan menebal dikulit. Setelah 2 bulan berjalan saya diserang oleh satu penyakit yang saya tidak tahu itu apa tetapi saya mendadak mengalami dehidrasi (kehilangan cairan) dan buang air besar secara mendadak sekaligus. Saya diantar oleh suami saya ke dokter karena perasaan saya sudah tidak enak dirumah.
Akhirnya pada waktu sampai di rumah sakit, saya pingsan dan cairan itu keluar sekaligus. untung dokter bisa mengatasi hal itu dengan memberikan infus secepatnya sehingga saya terselamatkan. Selama 1 minggu saya dirawat di rumah sakit tetapi tidak dapat ditemukan penyakitnya apa. Setelah itu saya pulang ke rumah. Waktu tiba dirumah saya melakukan aktivitas seperti biasa. kira-kira 5 hari kemudian saya merasakan sakit ditusuk-tusuk dari luar seperti orang ditusuk oleh pisau lalu dicabut lagi. Tidak tertahankan sakitnya…. Ketika saya dirawat..biasanya saya bisa diinfus tetapi saya tidak bisa diinfus lagi karena nadi vena yang biasa dipakai untuk menusukkan jarum infus itu pecah walaupun pakai jarum untuk bayi. Urine saya warnanya coklat seperti coca cola dan faces saya putih seperti kapas .
Pengecekan oleh dokter pada air seni dan muntahannya tidak memberikan hasil.Diagnosa dokter gagal untuk memastikan apa penyakitnya .
Saat itu suami nyonya Nita memanggil hamba Tuhan untuk mendoakan isterinya.
Hamba Tuhan itu menanyakan kepada saya, apakah saya pernah menyakiti dan membenci seseorang dan tidak bisa mengampuninya ?
Lalu saya mulai berpikir apakah urusannya dengan penyakit saya..tetapi ketika dijelaskan : Tuhan akan mengampuni kamu jika kamu mengampuni orang yang telah menyakiti hati kamu. Saat itu saya teringat bahwa saya benci kepada ayah saya sendiri. Lalu hamba Tuhan itu bertanya kepada saya : Maukah kamu sembuh, kamu harus mengampuni ayahmu…..Itulah syarat untuk saya sembuh…Saya didoakan dan saya melihat bagiamana Tuhan bekerja. Jam 09.00 malam saya merasakan serangan yang luar biasa..saatnya mungkin saya harus pergi meninggalkan dunia ini karena kematian datang dari ujung kaki simetris ke arah tangan berjalan bersama-sama seperti tidak mempunyai rasa, tubuh kita mati dari ujung kaki dan terus merambat keperut sampai kelambung nafas hanyai sampai di dada dan leher.
Rasanya Tuhan saya tidak kuat lagi. Jika saya mau diambil Tuhan tolong saya..tetapi kalau saya masih diberi kesmpatan untuk hidup, pakai saya……Tuhan tolong saya..tolong saya… Pada saat itu dalam keadaan yang seperti itu…..dimana pikiran saya masih utuh tetapi badan saya tidak dapat bergerak sama sekali dan tidak merasa mempunyai badan..Tiba-tiba ada sinar yang terang benderang turun persis di sekujur tubuh saya. Terangnya bukan main pada saat yang bersamaan saya melihat orang-orang disekeliling saya seperti xtrim . Bisa dibayangkan begitu takutnya saya waktu itu, saya pikir itulah saat kematian saya sambil berteriak Tuhan tolong saya..tolong saya…
Esok harinya nyonya Nita diperiksa dokter dan hasilnya sungguh luar biasa. Penyakit tersebut hilang menurut pengecekan dokter. Tubuh saya, kulit saya yang sebelumnya merah padam dan berair jadi kering dan menjadi kulit yang terkelupas. Dan perut saya yang besar itu menjadi kempes dan rasanya yang tidak karuan dan sakit sekali itu hilang sirna. Saya bangun benar-benar sehat.
Kuasa mujizat Yesus sungguh menyembuhkan segala penyakit nyonya Nita. Dan saat ini nyonya Nita aktif bersama suaminya membuat program acara keluarga di televisi.
Semuanya yang saya alami ini tentunya karena Tuhan Yesus Kristus. Tuhan kita.
Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami. (2 Tawarikh 20:9)
Sumber Kesaksian:
Nita Pelamonia (jawaban.com)

2 Okt 2013

Kesaksian pertobatan Indah, gadis Sunda

Posted by Unknown on 15:37 with No comments
Nama saya Indah. Saya seorang Sunda. Saya kenal kekristenan ketika di sekolah dasar. saya sering menghina tentang Kristen terutama soal makanan yang disebut haram dalam agama saya dulu (Islam), tetapi sekarang makanan itu halal untuk saya. Yang haram adalah perbuatan kita bila berbuat dosa. Keluarga saya hampir semua menyandang gelar haji, tetapi sejak kecil saya hampir tentang agama dan menekuninya.
Pada saat di bangku SMP kelas 3, saya berteman dengan seorang Kristen, namanya Juniana. Dia tidak mengenalkan Yesus, tetapi lewat kebaikan dan contoh hidup yang benar dia mengajarkan bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan. "berbeda" dengan teman yang lain. Lalu di rumah tanpa sengaja ketika kakak, adik dan ibu saya sedang duduk, saya mengucapkan, 'Ma, saya mau masuk Kristen ya." Lalu meraka berkata yang menyakitkan hati saya. Waktu berlalu sayapun duduk dibangku SMA. Saya bertemu teman yang namanya Ayana. Dia sangat baik. Dia sangat banyak membantu saya. Tahun '93 pertama kali saya penasaran campur takut. Lalu teman saya meminjamkan Al-Kitab , lalu saya baca dirumah sambil sembunyi-sembunyi, tetapi saya tidak mengerti juga. Lalu kami berpisa dan hidup saya tidak berarah dan banyak masalah dalam keluarga yang membuat saya ingin mati saja. Sepanjang hidup saya orang tua selalu membawa saya ke dukun atau tempat-tempat kramat. Setiap masalah orang tua saya bawa ke pak haji, peramal, atau dukun, tetapi semua tidak berubah. Mereka hidup tidak pernah mereka puas. lalu setelah 1 tahun, saya di Bandung, saya pulang ke Bogor.
1 tahun saya terpuruk tidak menentu arah, dalam tidur saya bermimpi bertemu dengan seorang yang bersinar terang sekali dan Dia memegang tangan saya. Tuhan Yesus berkata, "Jangan takut, akan apapun saya akan selalu mendampingimu." Lalu saya bertanya pada pembantu saya, "Siapa dalam mimpi itu?" Pembantu saya bilang itu penunggu kuburan sebelah sana. Lalu saya terus memilarkan mimpi itu.
Lalu saya memutuskan untuk kursus. Disana saya berteman dengan seorang Kristen yang saleh dan taat. Lalu dia bermain ke rumah hari minggu dan sorepun mau ke gereja. Saya terdiam. Dia begitu besar cinta dia pada Tuhannya itu. Sebenarnya ada apa. Lalu saya menawarkan diri untuk ikut ke gereja. Dalam gereja saya bingung. Lagi ngapain semua orang ini. Tiba ada sebuah lagu yang sangat menyentuh hati saya. Sayapun menangis dan menangis tidak berhenti. Saya merasakan kasih Tuhan yang sungguh luar biasa yang menyembuhkan luka luka saya.
Dulu ketika saya masih Muslim, setiap tahun saya selalu mengalami kecelakaan setiap satu minggu setelah saya ulang tahun dan mata saya selalu merah seperti segumpal darah. Tetapi semenjak saya mengenal satu nama Tuhan Yesus, semua kutuk, penyakit itu hilang. Lalu setelah pulang dari gereja orang tua saya bertanya dari mana? Saya selalu jawab dari rumah teman atau jalan-jalan.
Bulan berlalu kami memutuskan untuk menikah tapi sebelumnya kami bertunangan. Di malam pertunangan, orang tua saya tidak menyetujui. Mereka malah menghina, lalu kamipun bertunangan bertiga saja disaksikan oleh Tuhan Yesus. Lalu setelah berberapa bulan kami memutuskan akan menikah dan saya masuk agama Kristen dan dibaptis. Saya ungkapkan semua pada orang tua saya dan mereka mengusir saya. Ibu saya hampir membunuh saya dengan sebuah asbak besar yang di lemparkan ke kepala saya.
Lalu kami menikah tanpa direstui oleh orangtua saya. Semua persiapan pernikahan saya dan calon suami saya yang mengatur. Dalam pesta pernikahan kami, orangtua saya mengancam akan mengacankan dan melapor pada polisi, tetapi karena berkat Allah semua itu tidak terjadi karena Allah berdiri didepan melawan musuh-musuh. Hanya adik yang kecil, kakak, sepupu, dan 2 kakak dari ibu yang dating, kami menyewa orangtua orangtuaan untuk duduk disebelah saya. Orangtua saya tidak datang karena mereka malu apa kata orang nanti. Pada saat pesta hati saya dikuat kan oleh Tuhan dan kami selalu berdoa agar Tuhan selalu ada dalam hati kami.
Sekarang saya tahu Yesus tidak membenci orang tapi Yesus mengajarkan mengasihi musuh musuhnya. Rencana Tuhan begitu panjang dan bertujuan kearah surgawi.
Kini saya lahir baru, saya benar-benar ingin di jalan Tuhan. Dulu kebohongan adalah hal yang biasa. Sekarang saya tidak mau berbuat dosa karena saya sudah di tebus dengan darah yang mahal. Darah Tuhan Yesus yang mati dikayu salib untuk menghapus dosa dosa semua umat manusia. Didalam NYA saya merasakan kedamaian dan sejahtera (sukacita).
Dulu ketika saya masuk Kristen, orangtua, saudara, teman, masyarakat menjauhi saya. Mereka menyebut saya kafir. Hati saya menjerit. Saya ingin berteriak pada mereka bahwa ini hidup yang sesungguhnya mengenal Tuhan Yesus yang membawa saya ke jalan yang benar-benar mengajarkan kebenararan lahir dan batin. Orangtua saya bercerai dan meraka masing-masing menikah lagi. Hidup mereka tak berarah dan bertujuan. Orangtua saya begitu membanggakan kehajian mereka, tapi tidak bangga pada TuhanNYA. Mereka selalu memikirkan hidup dan harta, tapi dalam Yesus semua itu adalah kesia-siaan dan Allah Yesus memelihara saya. Burung di udarapun Tuhan pelihara apalagi umatNYA. Dalam Tuhan Yesus yang sudah dipersatukan Tuhan tidak bisa dipisahkan oleh manusia. Saya bahagia membaca Firman Tuhan dalam Alkitab tapi orangtua saya kawin-cerai. Itu membuat saya sedih. Saya selalu berdoa orangtua, kakak, dan adik saya diselamatkan mengenal Tuhan Yesus juruselamat setiap insan yang percaya. Dialah jalan kebenaran.
sumber:mdc-semarang.blogspot.com