Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Matius 11:28)

10 Des 2013

Antara Pekerjaan dan Tugas Sebagai Ibu

Posted by Yonas Wisanto on 20:42 with No comments
Perempuan bekerja mungkin bukan hal yang baru pada beberapa tahun belakangan. Ya, tren perempuan yang menapaki jenjang sebagai wanita karir tentu sepatutnya diapresiasi.
Merepresentasikan kaum perempuan yang identik dengan feminisme, mereka rela menunjukkan bahwa perempuan tidak kalah dibandingkan dengan laki-laki dari segi prestasi kerja.
Bagi yang masih lajang, perempuan masih bisa menikmati masa-masa mereka sebagai pekerja. Tapi bagi mereka yang sudah berumah tangga atau yang sudah memiliki anak, mereka juga harus membagi kehidupan mereka untuk pekerjaan, diri mereka sendiri dan juga buat keluarga.
Apalagi bagi mereka yang sudah memiliki anak, mereka harus tetap mengurus anak dengan baik.
Pekerjaan tidak menjadi alasan untuk menelantarkan anak-anak, karena pada dasarnya ketika sudah berkeluarga, yang berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan keluarga adalah ayah dan ibu memiliki peran untuk mengurus anak-anaknya.
Sekarang ini memang tidak ada salahnya untuk tetap bekerja walaupun sudah memiliki anak. Tapi perlu diperhatikan juga, ketika seorang perempuan bekerja pada saat sudah berkeluarga dan memiliki anak ada baiknya jika semua itu dijalani atas persetujuan bersama dengan suami.
Untuk seorang laki-laki bekerja memang sudah menjadi kewajibannya, apalagi jika sudah berkeluarga, tapi bagi perempuan yang sudah berkeluarga, maka kewajiban perempuan adalah sepenuhnya untuk keluarganya.
Tapi bukan berarti perempuan yang sudah berkeluarga tidak boleh bekerja. Hanya saja ada hal yang harus diperhatikan untuk tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang ibu dan sebagai pekerja dengan baik. Beberapa yang harus diperhatikan dalam mengatur waktu antara bekerja dan tugas sebagai ibu, antara lain :
1. Konsentrasikan pikiran Anda
Ketika Anda bekerja fokuslah dengan pekerjaan Anda. Tetapi ketika jam kerja Anda sudah berakhir dan Anda sudah berada dirumah, fokus Anda adalah di keluarga bukan di pekerjaan lagi
2. Jangan bawa pekerjaan Anda ke rumah
Jika Anda memiliki pekerjaan yang banyak, usahakan jangan membawanya ke rumah. Anda bukanlah suami Anda yang memiliki kewajiban penuh terhadap pekerjaan, Anda juga punya tanggung jawab yang lebih penting yaitu keluarga
3. Gunakan akhir pekan dengan sebaiknya
Ketika akhir pekan usahakan jangan lagi membahas atau memikirkan pekerjaan. Gunakan waktu tersebut untuk berkumpul dengan suami dan anak-anak Anda, seperti membuat masakan special untuk keluarga setelah di hari kerja mungkin Anda kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi.
Apapun pekerjaan Anda, kembali lagi Anda adalah seorang ibu yang harus memperhatikan ke anak-anak Anda. Karena anak-anak adalah tanggung jawab ibu. Kalau memang tidak bisa bekerja di perkantoran, mungkin Anda dapat mencoba membuka usaha sendiri, seperti membuka bisnis online yang dapat Anda kerjakan dirumah sekaligus Anda tetap dapat mengawasi perkembangan anak-anak.
Jadi Anda dapat tetap menyalurkan hasrat untuk bekerja tetapi juga dapat tetap menjadi ibu yang selalu ada ketika anak Anda membutuhkan perhatian dari Anda.
Tidak seperti layaknya pekerja kantoran yang harus menyediakan waktu sendiri untuk pekerjaannya. Hanya dengan menggunakan laptop dan jaringan internet, perempuan mampu menjalankan bisnisnya dirumah.
Banyak keuntungan yang juga didapat dari bisnis online yang dijalani oleh ibu rumah tangga, antara lain perempuan tetap dapat menyalurkan keinginannya untuk bekerja.
Kedua, dapat dilakukan dirumah seklaigus tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ibu. Yang ketiga, dapat membantu suami untuk menambah pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga lainnya.
sumber:perempuan.com

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan Anda berkomentar dengan sopan