Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Matius 11:28)
Tampilkan postingan dengan label ARSITEKTUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARSITEKTUR. Tampilkan semua postingan

29 Jun 2014

Berapa Tinggi Ideal Pagar Rumah?

Posted by Unknown on 19:28 with No comments




Tak ada aturan resmi yang mengatur tinggi pagar rumah sehingga banyak orang bingung menentukan tinggi pagar rumah ideal. Namun, sebetulnya ada beberapa faktor yang ikut berpengaruh dalam menentukan tinggi pagar rumah ideal.


Sebelum membangun pagar rumah, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu regulasi yang dibuat pemerintah atau pengembang mengenai pagar rumah yang diizinkan. Adakah aturan jelas yang mengatur tinggi pagar rumah ideal.


Misalnya, ketika Anda tinggal di perumahan dengan konsep town house. Di perumahan semacam ini, penggunaan pagar tinggi akan bertentangan dengan konsep keramahan yang ditawarkan oleh perumahan tersebut.


Tinggi pagar rumah ideal juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Bagi Anda yang membangun pagar dengan tujuan melindungi area private di rumah, ketinggian ideal pagar adalah lebih tinggi dari rata-rata tinggi orang dewasa, yaitu sekitar 1,8 meter.


Untuk Anda yang ingin mencegah penyusup masuk ke dalam rumah, tinggi pagar rumah ideal berkisar 1,8 – 2,5 meter. Agar lebih aman, banyak orang menambahkan material tajam, antara lain pecahan beling, paku, dan sebagainya pada bagian kepala pagar.


Sementara itu, untuk meminimalisasi kebisingan suara di area depan rumah, bukan hanya tinggi pagar rumah ideal yang perlu diperhatikan. Faktor ketebalan pagar juga ikut berpengaruh. Untuk meminimalisasi suara, sebaiknya pagar rumah dibuat dengan ketebalan minimal 10 cm dan ketinggian berkisar 1,8 – 2 meter.


Sebagai saran, untuk Anda yang tinggal di lingkungan klaster, Anda bisa menggunakan pagar dengan ketinggian 0,9 – 1,2 meter atau hanya setinggi pinggang orang dewasa. Andi Wahyudi, arsitek dari ArchDESIGN, mempunyai ukuran yang jelas mengenai tinggi pagar rumah ideal.


"Tinggi pagar sebaiknya tidak lebih dari 1,5 m. Paling ideal 1,2 m," ujarnya.


Jika lebar rumah kurang dari 8 m, sebaiknya tinggi pagar 1,2 m. Sementara jika lebar rumah di atas 8 m, bisa menggunakan pagar berketinggian 1,5 m. Menurut Andi, ukuran pagar itu sudah cukup untuk memberi keamanan pada rumah dan memberi kenyamanan visual sehingga wajah rumah masih dapat dinikmati.


sumber:kompas.com

1 Jun 2014




Plafon memegang peran besar pada konstruksi sebuah bangunan. Plafon turut menentukan ketahanan struktur suatu bangunan atau rumah. Hal ini berlaku terutama pada rumah atau bangunan bertingkat, seperti apartemen, gedung perkantoran, hotel, kawasan bisnis, dan gedung – gedung lain yang memiliki jumlah lantai yang cukup banyak. Untuk itu, pada bangunan – bangunan tersebut, plafon dari beton lebih kerap digunakan. Sebab, plafon dari beton memiliki ketahanan yang lebih sehingga dapat menyangga struktur bangunan lebih kuat.


Sementara bagi Anda yang menginginkan sentuhan yang lebih estetis, plafon berbahan kaca bisa Anda pilih. Plafon ini cocok diterapkan pada bangunan dengan 1 atau 2 lantai. Meski terlihat elegan dan estetis, plafon kaca cenderung lebih rapuh dibandingkan dengan plafon dari beton. Untuk itu, mustahil menerapkan plafon kaca pada bangunan yang memiliki kamar bersusun secara vertikal dan jumlah lantai yang banyak.


Di samping perihal ketahanan, masih ada beberapa aspek lain yang membedakan plafon beton dengan plafon kaca. Aspek – aspek tersebut misalnya biaya, tingkat ketahanan, support, kemungkinan kerusakan, hingga masalah perbaikan dan perawatan.


1. Perbedaan plafon beton dan kaca dari segi biaya


Meskipun dalam hal ketahanan plafon beton jauh lebih kuat ketimbang plafon kaca, namun biaya yang perlu Anda keluarkan untuk plafon beton lebih murah dibandingkan untuk plafon kaca. Sebab, plafon beton merupakan campuran dari material – material seperti semen, abu, hingga sedikit campuran ampas atau terak. Sementara plafon kaca tersusun atas panel – panel kaca. Panel – panel ini terbuat dari mineral dan bahan kimia.


Material – material tersebut kemudian mengalami berbagai proses untuk membuat kaca, seperti dipanaskan dengan suhu tinggi lalu didinginkan. Setelah itu, kaca perlu dihaluskan dan dipotong secara presisi sebelum dijual ke pasaran dalam bentuk panel – panel kaca. Karena berbagai proses panjang yang dilalui untuk pembuatan satu panel kaca, tak heran jika biaya plafon kaca jauh lebih mahal.


Desain Interior Dapur dengan Plafond dari Beton

2. Tingkat ketahanan plafon beton vs plafon kaca


Untuk mengukur tingkat ketahanan, digunakan satuan psi. Plafon beton yang biasa digunakan pada bangunan bertingkat, seperti hotel dan apartemen, memiliki tingkat ketahanan mulai dari 6000 – 12.000 psi. Sementara plafon kaca, terutama dari tempered glass (salah satu jenis kaca yang kuat), tingkat ketahanannya dalam menyokong beban hanya sebesar 4000 psi, masih jauh dengan ketahanan yang dimiliki beton. Ada kemungkinan tingkat ketahanan kaca akan tidak sama di tiap sudutnya, yang mengakibatkan plafon kaca lebih mudah retak atau rusak.


Selain itu, kaca juga relatif mudah memuai, terutama dengan kondisi suhu udara tinggi seperti di Indonesia. Saat memuai, hal ini akan membuat panel – panel kaca meregang dan ukurannya menjadi lebih besar. Jika tidak diberi space untuk pemuaian, otomatis kaca akan tertahan hingga akhirnya pecah.


3. Dukungan pada plafon beton vs plafon kaca


Meskipun terbuat dari bahan yang paling kuat (tempered glass), plafon kaca masih membutuhkan support system atau dukungan. Support system ini menahan panel – panel kaca supaya dapat menopang struktur bangunan serta untuk menahan tekanan dari tiap – tiap dinding bangunan. Support system ini biasa dibuat dari kerangka logam, entah dari besi, baja, atau alumunium. Dukungan inilah yang sebenarnya menyangga dan menahan beban pada struktur bangunan, sehingga beban pada panel – panel kaca akan sedikit berkurang.


Sementara pada plafon beton, biasanya digunakan internal support dalam bentuk rebar. Material ini biasanya menopang struktur bangunan saat beton selesai dibuat dan materialnya belum benar – benar kering dan melekat sempurna. Saat beton sudah mengering, dukungan tidak lagi bergantung pada internal support, melainkan dari material beton itu sendiri.


Desain Interior Kamar Mandi dengan Plafond Kaca

4. Dalam hal jenis kerusakan dan cara memperbaikinya, mana yang lebih baik?


Dari segi jenis kerusakan pada plafon beton vs plafon kaca, tentu keduanya berbeda karena masing – masing terbuat dari material yang berbeda. Meskipun kedua material ini sama – sama berpotensi mengalami kerusakan dan keretakan, namun kerusakan atau keretakannya memiliki tingkatan yang berbeda. Keretakan pada plafon kaca bisa merupakan pertanda adanya kerusakan pada kerangka plafon. Dan bila panel kaca yang retak tidak segera diperbaiki atau diganti, panel tersebut bisa dengan mudah patah kapanpun, dan memicu panel – panel lainnya untuk retak dan patah juga.


Sementara pada plafon beton, adanya keretakan mengindikasikan adanya kerusakan pada struktur atau masalah lain yang skalanya lebih besar. Keretakan pada plafon beton juga relatif lebih bisa dan lebih mudah dikontrol dengan cara ditambal, tanpa harus mengganti atau mengubah strukturnya. Selain itu, jarak antara keretakan hingga kerusakan parah cukup lama. Dengan kata lain, keretakan pada plafon beton tidak harus buru – buru ditangani seperti halnya keretakan pada plafon kaca.


sumber:architectaria.com

TANGGA SPIRAL BAKAL JADI TREN 2014

Posted by Unknown on 13:49 with No comments



Selain menghemat ruangan, tangga spiral juga bisa membuat rumah Anda tampil artistik, modern, dan unik. Tidak hanya itu, tangga spiral juga diprediksi akan jadi tren di 2014.


Umumnya, kita menggunakan tangga spiral hanya sebagai akses menuju balkon tempat jemuran. Namun, sebenarnya tangga spiral bisa digunakan di bagian dalam rumah. Menghubungkan lantai satu dan lantai dua rumah Anda.


Tidak hanya itu, tangga spiral juga diprediksi bakal menjadi salah satu tren di tahun 2014. Ayi Asmoro, salah satu arsitek dalam negeri mengungkapkan bahwa tangga spiral merupakan salah satu solusi yang bisa digunakan dalam menangani rumah sempit.


Space yang digunakan dalam memasang tangga spiral , jauh lebih sedikit daripada menggunakan tangga regular. Space berlebih inilah yang dapat kita manfaatkan untuk kebutuhan yang lain.


Selain menghemat pemakaian lahan, penggunaan tangga spiral juga memberikan kesan rumah yang lebih artistik, modern, dan unik. Selain itu, tangga putar dengan desain -desain tertentu juga bisa menampilkan kesan elegan dalam penggunaannya.


Tangga spiral dengan material kayu, tentu jauh lebih murah jika dibandingkan dengan tangga spiral dengan material metal. Penggunaan tangga spiral material kayu sangat sesuai jika ditempatkan di dalam ruangan.


Anda bisa menggunakan berbagai pilihan jenis kayu mulai dari: kayu cherry, oak, kenari, mahoni dan kayu-kayu lainnya. Sayangnya untuk penggunaan di luar ruangan, material kayu cenderung lebih mudah rusak, apalagi saat cuaca mulai tak bersahabat. Sementara itu, jika Anda ingin tampilan tangga yang lebih elegan, maka kayu bisa jadi material pilihan.


Untuk penggunaan tangga spiral di luar ruangan, sebaiknya menggunakan tangga spiral dengan material metal. Walaupun harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan material kayu, tetapi penggunaan material metal akan membuat tangga spiral Anda lebih tahan lama. Jadi, mana tangga spiral yang Anda pilih?


sumber:ideaonline.co.id

21 Mar 2014

Memilih atau membangun rumah memerlukan perencanaan yang matang. Mulai dari menentukan lahan, menentukan desain dan layout, merencanakan anggaran, hingga proses eksekusi sampai dengan finishing. Semua tahapan itu dilakukan secara bertahap.
Dari semua tahapan – tahapan di atas, tahap pemilihan lahan bisa dikatakan sebagai tahapan yang sangat signifikan karena menjadi fondasi awal sebelum mewujudkan hunian yang kita impikan. Ternyata, memilih lahan bukanlah hal yang sederhana. Dalam memilih lahan, ada beberapa yang mesti dipertimbangkan. Tak hanya sekedar lokasi, harga, atau luasnya, kontur lahan pun menjadi salah satu poin yang harus dipertimbangkan. Sebab, kontur lahan yang menurun, terutama di bagian belakang, tidak baik menurut ilmu Feng Shui.
Mengapa bisa demikian? Bagaimana solusinya? Untuk itu, kali ini kita akan membahas permasalahan kontur lahan yang miring dan menurun.
Seperti apa kriteria lahan yang baik menurut Feng Shui?
Berdasarkan ilmu Feng Shui, lahan yang baik untuk didirikan hunian atau tempat bisnis adalah lahan yang datar, tak terlalu miring, menurun, maupun terjal. Selain itu, perlu dilihat juga tekstur dan kualitas tanah. Untuk tanah yang liat dan padat, sah – sah saja jika Anda menghendaki lahan yang sedikit tinggi. Sebab, kualitas tanah yang demikian tergolong cukup baik dan tak mudah longsor.
Untuk tekstur tanah yang lembek dan cenderung labil, sebaiknya Anda menambahkan kekuatannya dengan menerapkan tiang pancang sebelum membangun fondasi. Tiang pancang ini juga akan membuat lahan menjadi lebih stabil.
Untuk lahan di kawasan perbukitan yang cukup curam, Anda bisa mengakalinya dengan membangun sebuah basement atau ruang bawah tanah di area yang miring. Desain basement disesuaikan dengan kontur kemiringan tanah. Namun, sebaiknya basement ini tidak difungsikan untuk ruang tidur. Sebab, menurut ilmu Feng Shui, kamar tidur sebaiknya lebih tinggi dari jalan. Basement ini bisa Anda manfaatkan sebagai ruang penyimpanan, gudang, atau ruang baca.
Desain Rumah dilahan yang Miring dengan Dinding Penahan Tanah – view 2
Hindari lahan menurun di belakang rumah
Saat ini, banyak pengembang menawarkan lahan siap bangun. Mereka menawarkan berbagai pilihan desain arsitektur dengan pilihan biaya yang bervariasi pula. Saat memutuskan membeli lahan dari pengembang tersebut, pastikan bahwa kontur lahan bagian belakang tidak menurun. Bagi Anda yang percaya ilmu Feng Shui, kontur lahan di mana bagian belakang lebih rendah dari bagian depan akan cenderung menjadi labil atau kurang stabil, sebab rumah akan nampak seperti “kehilangan sandaran”.
Kontur lahan yang baik menurut ilmu Feng Shui adalah lahan yang bagian belakang lebih tinggi dari bagian depan. Dengan begitu, strukturnya lebih kuat.
Namun, permasalahan kontur lahan yang miring dan menurun ini merupakan permasalahan yang lumrah ditemui, terutama di area perbukitan. Biasanya, bangunan – banguna berupa villa lah yang banyak didirikan di atas kontur tanah yang menurun ini. Jika Anda berniat membangun bangunan villa atau rumah di area perbukitan ini, sebaiknya pilih bagian yang lebih rendah sebagai halaman depan, sementara bagian yang lebih tinggi menjadi halaman belakang.
Tetapi jika Anda sudah terlanjur memiliki rumah atau villa dengan bagian belakang yang lebih rendah dari bagian depan, hal – hal di bawah ini bisa Anda terapkan:
Desain Rumah dilahan yang Miring dengan Dinding Penahan Tanah – view 3
1. Bangun dinding penahan dan ratakan atau tinggikan lahan belakang
Bagi Anda yang mempercayai Feng Shui, Anda bisa melakukan beberapa siasat misalnya dengan membuat dinding penahan di bagian belakang rumah. Setelah itu, Anda bisa meninggikan kontur lahan bagian belakang yang menurun agar permukaannya sama dengan bagian depan. Jika perlu, kita bisa membuatnya lebih tinggi dari lahan belakang, karena rumah yang lahan belakangnya lebih tinggi dari lahan depan akan memberikan keuntungan dan kelimpahan rejeki menurut ilmu Feng Shui.
Namun, cara ini hanya bisa dilakukan jika penurunannya tidak lebih dari 2 meter. Sementara untuk lahan yang berada di ujung bukit/tebing di mana bagian belakangnya langsung menurun, maka langkah – langkah di atas cukup mustahil untuk dilakukan. Pemasangan dinding penahan (retaining wall) di area perbukitan tidak akan berperan signifikan. Malahan, cara ini justru merusak ekosistem alam dan hal tersebut sangat berlawanan dengan prinsip – prinsip Feng Shui.
2. Hindari tindakan merusak lingkungan sekitar
Ilmu Feng Shui sebenarnya menitikberatkan pada harmonisasi manusia, tempat tinggal dan alam serta lingkungan sekitar. Untuk itu, bagi Anda yang ingin memodifikasi kontur lahan di sekeliling rumah, harap memperhatikan prinsip dasar Feng Shui ini dengan benar.
Maka, hindari membeli atau memilih lahan yang merusak atau memodifikasi alam secara frontal. Misalnya, lahan yang dibuat dari membelah gunung atau perbukitan. Fenomena seperti ini tentu pernah kita dengar, di mana suatu lahan perumahan dibuka dengan cara membelah bukit atau gunung. Akibatnya, kawasan di sekitar area ini menjadi rawan longsor. Meski kadang lahan ini ditawarkan dengan harga cukup menggiurkan dan dikelilingi oleh pemandangan perbukitan yang sejuk dan indah, sebaiknya abaikan dan beralihlah pada opsi lahan lain yang tidak merusak alam.
sumber:architectaria.com

19 Jan 2014

Smart House, Konsep Rumah di Masa Depan

Posted by Unknown on 19:47 with No comments
Perkembangan teknologi akhir – akhir ini begitu pesat, bahkan hal yang dulunya dianggap mustahil (misal berkomunikasi dengan orang jarak jauh secara tatap muka) kini bisa terealisasikan dengan bantuan teknologi. Teknologi – teknologi ini mencakup banyak hal, mulai dari teknologi komunikasi, security, perhubungan, hingga robot yang banyak difungsikan untuk membantu kegiatan manusia.
Teknologi – teknologi tersebut telah banyak diterapkan di industri, perkantoran, pusat – pusat bisnis, hingga rumah pribadi. Khusus untuk rumah pribadi, penerapan teknologi yang paling jelas terlihat adalah teknologi security (pengamanan) dalam bentuk sistem pengaman otomatis atau CCTV. Dengan teknologi ini, ancaman pencurian pada rumah bisa terminimalisir.
Sejatinya, penerapan teknologi pada rumah tidak hanya berkaitan dengan sistem keamanan saja. Tengok saja rumah Bill Gates yang berada di tepian Lake Washington. Di rumah tersebut, sistem home automation (pengendali otomatis) telah diterapkan. Sehingga, semua sistem terjadi di rumah, mulai dari sistem pencahayaan, sistem buka tutup pintu, hingga sistem pengamanan, semua bekerja secara otomatis karena adanya sensor yang terpasang di alat dengan dikendalikan oleh komputer melalui jaringan cyber. Rumah yang sedemikian high-tech ini biasa disebut smart house.
Ide smart house yang pertama kali
Meski ada berbagai variasi mengenai siapa yang pertama kali menerapkan ide smart house ini, namun setidaknya sebuah perusahaan yang pertama kali mencetuskan ide ini dan mengkomersilkannya adalah SmartHome, perusahaan milik Joe Dada and David Tan. Perusahaan ini berdiri di tahun 1992 dengan fokus pada menyediakan sistem elektronik home automation untuk rumah pribadi. Sejak saat itu, konsep smart house mulai dikenal.
Di masa depan, bukan tidak mungkin akan lebih banyak smart house yang bermunculan. Semua pekerjaan rumah bisa saja dikendalikan oleh sebuah remote, di mana sekali kita tekan tombolnya, maka sistem akan bekerja secara otomatis. Remote ini bisa digunakan untuk mengendalikan nyala lampu, membuka dan menutup tirai, menyalakan TV , serta mengatur kadar dinginnya AC tanpa perlu beranjak dari tempat duduk. Atau, Anda bisa saja mulai mencoba menerapkan sistem automation ini di rumah Anda. Sehingga, Anda bisa mewujudkan sebuah smart house yang merupakan konsep rumah masa depan.
Desain Interior Rumah dengan Smart House System
Meski ide smart house ini cukup menjanjikan, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum mewujudkan hal ini menjadi kenyataan, misalnya pertimbangan – pertimbangan di bawah ini.
1. Pertimbangkan faktor efisiensi dan ekonomi
Alasan kita mewujudkan smart house tentunya karena faktor efisiensi. Dengan smart house, kita berharap akan membersihkan, menjaga, dan mengerjakan pekerjaan rumah lebih mudah, cepat dan praktis. Namun, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya yang besar yang mesti Anda keluarkan untuk membangun sistem jaringan otomatis tersebut. Selain itu, sistem tersebut tentunya membutuhkan perawatan dan pengecekan secara berkala. Maka ketika Anda berfikir untuk menerapkan konsep smart house, Anda perlu menyiapkan budget yang cukup.
2. Analisa kebutuhan Anda dan keluarga
Meskipun Anda mewujudkan smart house dengan sistem home automation, bukan berarti Anda harus menerapkan semua teknologi canggih ke dalam rumah Anda yang sejatinya tidak begitu Anda butuhkan. Misal jika rumah Anda sudah dijaga oleh seorang satpam, pastinya Anda tak terlalu membutuhkan sistem security yang terlalu banyak. Cukup tambahkan kamera CCTV untuk memantau keadaan di sekitar rumah. Begitu juga jika Anda tinggal di dataran tinggi dengan kondisi cuaca yang dingin. Pastinya sisitem pengendali AC tak terlalu banyak berperan di sini karena AC kurang begitu signifikan di daerah dengan cuaca yang dingin.
3. Tentukan jaringan home automation serta sistem pengendalinya
Berbicara mengenai jaringan / network dari home automation serta sistem pengendalinya, setidaknya ada empat macam sistem yang sering diterapkan, yakni:
A. Sistem dengan kabel yang terstruktur (Structured wiring)
Sistem ini merupakan sistem yang berkerja melalui kabel – kabel multi konduktor yang aman dan akan mendistribusi data dan tenaga listrik ke telefon, komputer, home entertainment systems, dan home appliances yang ingin dikontrol secara otomatis. Kemudian, alat – alat tersebut akan dikontrol oleh microprocessor yang berkeja layaknya remote control atau timer. Sistem ini bisa diterapkan pada rumah yang baru akan dibangun, namun untuk rumah yang sudah dibangun, akan sulit menerapkan sistem ini mengingat banyaknya penggunaan kabel – kabel yang akan menyita tempat.
B. Wireless networks
Jaringan ini sangat fleksibel dan mudah diinstal. Namun, sistem ini mudah terinterfensi / terganggu oleh keberadaan alat elektronik, gelombang, hingga sinyal handphone.
C. Power line network
Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan kabel listrik yang sudah terpasang di rumah untuk menerima dan mengirim data. Kelemahan dari sistem ini adalah sangat mudah terganggu oleh aliran listrik yang tidak stabil. Jika sistem Anda tidak encrypted (diberi pengaman dengan kode tertentu), maka sistem Anda akan mudah diakses oleh tetangga yang berada di jalur listrik yang sama dengan Anda, yang pastinya akan membahayakan keamanan rumah Anda.
D. Sistem jaringan kabel telefon ( Phone line networks )
Sistem ini bekerja dengan cara mengontrol home appliances dan alat elektronik di rumah melalui jaringan kabel telefon. Sistem ini cukup rumit, terdiri dari bermacam – macam bagian, dan bekerja dengan memanfaatkan frekuensi yang berbeda. Sistem ini memerlukan instalasi dengan kabel, meskipun kabel yang digunakan relatif berdiameter lebih kecil ketimbang structured wiring.
sumber:architectaria.com

24 Nov 2013

Psikologi Warna Dinding

Posted by Unknown on 19:19 with No comments
Rumah bisa diatur menjadi tempat dengan aneka macam fungsi dengan pemilihan warna dinding yang tepat. Buktikan penelitian, pemilihan warna cat rumah yang tepat bisa memberikan efek yang sangat baik bagi mood penghuninya sendiri.
Apa sebabnya kita menemukan satu tempat lebih nyaman dibandingkan dengan yang lain? Apa alas an kita tertarik pada sebuah produk dibanding yang lain? Jawabnya ialah karena warnanya. Warna, baik yang tersapu dalam arsitektur atau terlihat di sebuah produk, memiliki andil sekitar 60 persen bagian reaksi atas pilihan kita pada suatu objek, produk atau tempat. Begitulah dampak warna terhadap phsicology seseorang.
Efek warna sangatlah kuat dan penting bagi fisik dan psikologis seseorang. Pemilihan terhadap warna bukan hanya karena persamaan definitif antara “warna dan suasana hati (baca: mood)”, seperti kata orang-orang di sekitar kita. Ke mana pun kita berjala, kita seringkali memberikan reaksi dalam bentuk apapun terhadap warna, tapi pentingnya sebuah warna masih sering diacuhkan dan abaikan.
Pemilihan warna yang tepat mesti terpampang secara pribadi di rumah dan di tempat-tempat di mana kita bekerja. Waktu memilih warna cat untuk dinding rumah kita, David Bromstad, pemenang HGTV (Home and Garden Televison) Design Star yang juga pembawa acara Color Splash, memberikan sarannya agar kita menggunakan perasaan saat menentukan pemilihan warna. Jika Anda merupakan tipe pribadi yang emosional, pilih warna yang paling merefleksikan mood Anda.
Warna “tajam” dan “kontras” semacam merah atau oranye bakal memberikan energi dan semangati Anda dalam melewati hari. Warna “tenang” dan “sejuk” seperti hijau dan biru akan membuat Anda rileks, santai dan tenang. Untuk nuansa yang lebih formal, pilih warna-warna kontras misalnya cokelat tua, perpaduan hitam dan abu-abu serta warna perak.
“Bagaimana…Anda masih bingung?, gunakan beberapa sampel warna cat untuk ditempelkan dinding dengan berbagai warna. Biarkan seperti itu hingga beberapa hari untuk melihat bagaimana perubahannya setelah tertimpa cahaya,” katanya seperti dikutip situs HGTV.com.
Jika ragu atau masih belum yakin, eksperimenlah terlebih dahulu pada kamar rias, kamar mandi, ruang kecil, daerah kamar atau dinding aksen. Jika Anda melakukan pengecatan sendiri, pilih area yang sekiranya anda bisa lebih leluasa melakukan pengecatan dan cepat kering, agar anda dapat melihat hasilnya dengan segera, dan menjadi gembira dengan pilihan warnanya. Anggaplah proses tersebut sebagai sebuah petualangan.
Bisa juga anda menetapkan warna dinding yang diambil dari karya seni, karpet, piring, aksesori, atau furnitur sebagai sentuhan warna utama atau hanya aksen. Ketika memilih warna, pertimbangkan mood dan fungsi sebuah ruangan.
Misalnya di kamar tidur, apakah Anda ingin menjadi damai, tenang atau dramatis, intim? Warna yang lembut, “dingin”, dan netral biasanya menciptakan perasaan lebih menenangkan, sedangkan warna yang kuat untuk menghadirkan sebuah perasaan dramatis.
Untuk bagian ruang makan, misalnya apakah Anda ingin di ruang makan terasa “ramah” dan menggairahkan atau tampil formal dan tenang? Penggunaan warna hangat, kontras, dan agak cerah akan menambah suasana yang ramah. Sementara warna biru atau hijau tua dan netral bakal memberikan suasana yang cenderung formil.
Pada kamar anakpun begitu juga, apakah Anda ingin ruangannya memancarkan energi yang aktif dan menarik atau rapi dan tenteram? Ingat, berhati-hatilah untuk tidak memberikan stimulasi yang berlebihan kepada anak Anda dengan penggunaan warna-warna yang sangat cerah. Anda mungkin tidak tahu, beberapa warna cerah dapat menimbulkan perasaan kegelisahan dan mudah tersinggung. Namun berdasarkan pengalaman kami dalam men-desain interior, warna putih, biru muda, hijau atau pink akan memberikah kesan positif terhada anak tersebut, baik reaksi spontan dari si anak maupun dampak jangka panjangnya.
Yang terpenting dalam pemilihan warna cat adalah disesuaikan dengan jenis pencahayaan interior yang digunakan. Cahaya matahari siang hari dari jendela akan memantulkan warna yang alami. Lampu pijar mengeluarkan warna hangat dan kekuning- kuningan. Sementara, lampu neon keluar dengan nuansa biru tua. Nah sesuaikanlah menurut imajinasi anda warna apa yang kira-kira sesuai dengan mood anda.
Juga sebagai informasi bahwa cat warna-warna tua akan menjadi terang dan kuat bila digunakan pada dinding ber-jendela besar, tapi lebih efektif bila digunakan pada dinding aksen dengan pantulan dari cahaya tidak langsung.
Harus dipelajari juga bahwa persyaratan pemilihan warna, yang akan membantu anda untuk memahami terminologi yang digunakan untuk menggambarkan sebuah warna.
Pemilih cat untuk ruang yang lebih aktif (ruang yang aktifitas di dalamnya cukup tinggi), pertimbangkan menggunakan warna tua, warna-warna yang lebih tajam dan konttas. Bahkan jika Anda ingin ruang tersebut terlihat terang, pakai cat dengan warna yang lebih lembut dibandingkan putih tulang (off-white) atau pastel. Warna yang terlalu terang dapat menjadi lebih bercahaya dan menonjol apabila muncul disemua permukaan dinding pada sebuah ruangan.
Warna yang tak terlalu kuat berhubungan dengan warna pastel yang dapat membuat efek bersinar ketika digunakan di ruangan yang sama. Agar Anda lebih percaya diri, terapkan eksperimen pilihan cat warna Anda pada selembar papan triplex yang telah diberi warna cat dan tempelkan pada dinding.
“Jangan takut dalam melewati zona kenyamanan Anda. Pertimbangkan warna-warna kuat, kontras, lembut, netral seperti chocolate brown atau olive green sebagai warna utama atau aksen. Atau tambahkan drama dengan warna tua pada langit-langit. Langit-langit berwarna dapat secara dramatis mengubah tampilan seluruh ruangan,” ujar Barbara Jacobs, seorang desainer interior dan konsultan warna dari Massachusetts, Amerika Serikat.
Tambahkan kedalaman sebuah warna dengan elemen dekoratif. Sulap bentuk monotong yang datar dan dinding yang kusam menjadi lebih menarik dengan penggunaan tekstur visual halus yang dramatis dan pemecahan warna.
Bahan logam mengkilap dan glasir lapis berwarna bisa menjadi pilihan sebagai penambah aksesoris dinding. Beberapa contoh logam lembut reflektif di antaranya mika, tembaga, timah, perunggu dan, tentu saja, perak antic. Jacobs meminta Anda untuk berjalan ke ruangan yang lain. Pandang dinding sebagai sebuah bidang warna, dan lihat bagaimana interaksi warnanya ketika melihat satu bidang dengan bidang lain di ruangan yang bersebelahan.
Pendekatannya seperti memperhatikan suatu komposisi, di mana Anda berada di satu ruangan, tapi Anda melihat sebagian dinding dari ruangan lain melalui kamar itu.
“Jadi karena Anda yang memutuskan untuk memilih warna, perhitungkanlah bagaimana aliran warna dari satu kamar ke kamar yang lain untuk membentuk sebuah gambaran Anda,” ujarnya.
Ikuti juga yang namanya sirkulasi elemen warna (color wheel). Sebuah sirkulasi warna yang kecil adalah alat referensi yang tepat untuk memodifikasi dan menegaskan dua atau lebih warna. Misalnya, merah dan hijau yang saling melengkapi (berlawanan) warna, yang akan makin bagus ketika disapukan bersama.
Anda tentu akan terkejut betapa banyak kombinasi warna yang semakin indah ketika dipakai bersama secara berani. Dan, Anda bahkan mungkin menjadi tertarik pada palet warna yang sama sekali baru dan muncul dari ide coba-coba nan berani.
sumber: www.arsindo.com

20 Nov 2013

Kabel sebagai karya seni

Posted by Unknown on 15:39 with No comments
Kabel dan lampu yang menjadi sebuah seni, bila dibuat dengan desain yang unik. Misalnya Anda punya masalah untuk menempatkan kabel pada dinding yang lumayan luas, selain menempatkan kabel-kabel yang 'mengganggu' di bagian bawah dinding yang berbatasan dengan lantai, mengapa tidak memperlihatkannya sekalian?
Ide ini bisa kita lihat melalui karya Sigurd Lewerentz ini bisa menjadi contoh; bahwa meletakkan aksesori fungsional sebuah ruangan tidak harus menjadi sesuatu yang merusak pemandangan. Kadang kita melihat, misalnya di kantor atau warnet, karena banyaknya kabel yang harus diletakkan dibawah lantai, hingga harus ditutupi, misalnya dengan bahan profil aluminum.
Bila Anda berani bereksperimen, maka lipatan dan lengkungan kabel bisa menjadi elemen dekorasi ruangan. Bagaimana? Selamat mencoba.
sumber: www.astudioarchitect.com

17 Nov 2013

Tangga seringkali menjadi bagian yang "terbuang" di dalam rumah. Meski diperlukan, tangga menyisakan bagian kosong di bawahnya. Hal ini bisa diakali dengan menjadikan bagian kosong tersebut sebagai lemari, bahkan pantry, atau sofa "tersembunyi" yang nyaman.
Arsitek asal Swiss, Guillaume Burri bekerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang desain produk, Big-Game, punya solusi untuk masalah ini.
Big-Game diminta untuk merenovasi interior bekas pabrik di daerah pedesaan Eclépens, di dekat Danau Geneva, Swiss. Pabrik tersebut dibagi menjadi dua apartemen sewa. Guillaume Burri tampaknya ingin memaksimalkan ruang di dalam interior apartemen yang begitu kompak, di sinilah peran Big-Game.
Mereka mendesain boxy unit dari kayu yang menggabungkan berbagai fungsi dalam rumah, yaitu tangga, tempat penyimpanan, dan dapur.
"Idenya adalah menciptakan furnitur yang akan mengikutsertakan berbagai kebutuhan di dalam rumah, seperti tangga, tempat penyimpanan, dapur, dan lainnya," ujar para desainer.
Para desainer menggunakan lembaran kayu bergurat tegas yang sudah diolesi minyak. Penggunaan kayu jenis ini menambah tekstur, daya tarik, serta kehangatan dalam ruangan minimalis berwarna putih. Hasilnya, tidak hanya cantik, namun juga cerdas.
Untuk tangga, Big-Game memanfaatkan pijakan anak tangga sebagai lemari untuk sisi lain tangga tersebut. Big-Game juga membuat tangga yang terintegrasi dengan lemari dan dapur, meja belajar sekaligus lemari pakaian, serta meja belajar sepanjang ruangan. Meja belajar yang memenuhi salah satu dinding ruangan tersebut juga tampil apik mengisi ruangan minimalis.
Proyek unik ini juga melibatkan Wood Concept sebagai realisator ide Big-Game. Ide ini tentunya juga bisa diadaptasi di rumah Anda!
sumber:kompas.com

9 Nov 2013

Cara menghitung dan menentukan Jumlah anak tangga dengan rumus yang berlaku pada anak tangga (undak-undak) adalah : 2t + l = 60-65 cm, t = tinggi anak tangga (tinggi tanjakan (Optrede) sedangkan l = lebar anak tangga (lebar injakan = aantrede).
Rumus diatas didasarkan pada satu langka arah datar idealnya antara 60-65 cm, sedangkan untuk melangkah naik perlu tenaga 2 kali lebih besar daripada melangkah datar.
Misalnya selisih tinggi lantai adalah 320 cm.
Contoh Perhitungan :
t = 16 cm dan l = 26 cm Jika rumus di masukan yakni 2t + l = (2.16) + 26 = 58 cm mengacu pada rumus yang berlaku bahwa idealnya 60-65 cm maka sesuai hasilnya, ini terlalu landai.
Jika di coba dengan ukuran t =20 dan l = 28 2t + l = (2.20) + 28 = 68 cm. Angka 68 lebih besar dari 65 maka hasilnya, ini terlalu curam.
Jika di coba dengan ukuran t = 18 dan l = 28 2t + l = (2.18) + 28 = 64 cm Nah, Angka 64 masuk dalam rentang ideal yakni 60-65 cm berarti inilah ukuran ideal yang akan di pakai.
Setelah menemukan angka yang ideal, maka jumlah anak tangga yang di sarankan adalah (320 / 18) -1 = 17,778 - 1 = 16,778 buah anak tangga.
Jumlah anak tangga yang di bulatkan keatas menjadi 17 buah.
Selisih beda tinggi anak tanggadi bagi merata 320 / t-1 = 17,778 cm. Mengingat selisih tinggi kurang dari 1 cm, tidak akan terasa, maka beda tinggi anak tangga di letakan pada satu anak tangga yang paling bawah atau paling atas.
sumber:http://kontruksibangunan-kb1.blogspot.com/

22 Okt 2013

Sirkulasi Udara & Pencahayaan

Posted by Unknown on 19:31 with No comments
--Pentingnya Sirkulasi Udara Dan Pencahayaan Untuk Desain Rumah Sehat Dan Nyaman
Jika kita ingin membangun rumah, tentu mengharapkan rumah yang dibangun bisa memenuhi kriteria sebagai rumah yang indah, sehat, dan nyaman. Keindahan tersebut tentunya bersifat relatif, tapi jika menyangkut aspek kesehatan, ada beberapa kriteria yang harus diikuti.
Kita mungkin akan ber-sepakat bila rumah yang sehat itu bisa memenuhi beberapa kriteria, antara lain sirkulasi di dalam udara yang baik, setiap ruangan yang mendapat cukup cahaya (baik langsung maupun tidak) alami dari matahari, lay ruangan yang memudahkan pergerakan bagi penghuni untuk beraktivitas, dan tersedianya lahan yang terbuka untuk menanam tumbuhan. Berikut ini adalah cara membangun rumah sehat dengan titik berat pada sirkulasi udara dan pencahayaan yang alami pada setiap ruangan di rumah tersebut.
Sirkulasi Udara
Ruangan pada bagian sisi luar bangunan menggunakan ventilasi untuk mengalirnya udara, sementara itu untuk ruangan yang posisinya berada di tengah bangunan, bisa memakai channel penangkap angin, atau biasanya disebut dengan saluran penangkap angin. Agar udara bisa mengalir dengan alami, biasanya lubang ventilasi dibuat pada setiap dua buah bidang dinding. Perbedaan tekanan udara di dalam dan di luar bangunan akan bisa udara mengalir dari ventilasi pada bidang dinding yang satunya menuju vetilasi di dinding yang lain. Jumlah ventilasi udara untuk setiap ruangan harus cukup untuk proses sebuah sirkulasi udara, mengalirkan udara yang segar dari luar kedalam ruangan.
Bentuk ventilasi udara yang biasanya digunakan adalah jendela konvensional. Biasanya, daun jendela terbuat dari kaca atau kayu yang dapat dibuka lebar disiang hari. Lalu ada pula jendela bouvenlicht, yaitu jendela kecil dengan dua bilah kaca yang mempunyai celah di antara keduanya, yang memungkinkan untuk terjadinya pertukaran udara. Bouvenlicht biasanya dipasang di gudang, kamar mandi atau wc. Ada juga jenis jendela kaca nako dengan bilah kaca yang dapat dibuka dan ditutup.Selain itu, bisa juga dibuat ventilasi udara dengan bentuk lubang kisi-kisi angin dgn susunan horizontal pada dinding bangunan. Cara untuk membuat lubang ventilasi bervariasi, mulai dengan membuat lubang pada dinding, kusen kayu dgn kisi-kisi arah horisontal, atau menggunakan rooster yang terbuat dari bahan beton, metal, kayu, atau aluminium.
Cara yang baik digunakan untuk merancang sistem sirkulasi udara alami adalah dengan sistem ventilasi silang [cross ventilation). Pada sistem ventilasi silang, sirkulasi udara telah diatur sedemikian rupa agar bisa mengalirkan udara dari satu titik ventilasi udara menuju titik ventilasi udara lainnya. Dengan adanya perbedaan tekanan di dalam dan di luar bangunan, maka aliran udara tidak terjebak di dalam rumah, yang menyebabkan rumah terasa pengap dan panas. Jika ventilasi udara dirasakan masih kurang, maka dapat dilakukan cara-cara alternatif, yaitu metode ventilasi aktif dengan menambahkan exhaustfan di bagian dinding atau blower di bagian atap. Dua alat ini secara aktif akan menyedot dan mengalirkan udara keluar dari dalam ruangan, untuk dipaksa bertukar dengan udara yang lebih segar melalui lubang ventilasi.
Bila rumah berada di lokasi perkotaan dan kondisi yang benar-benar tidak memungkinkan untuk menggunakan penghawaan alami, Anda bisa menggunakan sistem penghawaan buatan seperti AC (Air Conditioner). Tentunya harus harus memiliki pengetahuan mengenai standar kebutuhan ac untuk setiap ukuran dan type ruangan . Berikut adalah rumus dasar yang dapat Anda gunakan untuk mengetahui kebutuhan AC dalam sebuah ruangan kapasitas AC = luas ruangan x koefisien British Thermal Unit (BTU).Penerapannya ialah sebagai beri-kut: luas ruangan 12 rn1, sementara koefisien BTU adalah 500 BTU (untuk 1 rn2 luas ruangan). Itu berarti kapasitas AC yang dibutuhkan 6000 BTU. Kapasitas AC yang tersedia di pasar ialah kapasitas /j PK ialah setara dengan 5000 BTU, kapasitas Va PK setara dengan 7000 BTU, kapasitas 1,0 PK setara dgn 9000 BTU. Maka bisa kita ambil kesimpulan, ruangan dgn luas 12 rn2 cukuplah memakai AC berkapasitas % PK. Rumus sangat ini diperlukan agar tak terjadi pemborosan daya listrik dengan memasang AC yang berkapasitas besar.
Pencahayaan
Pencahayaan pada sebuah ruangan sebaiknya bersumber dari cahaya alami. Kita sangat beruntung tinggal di wilayah yang penuh akan sinar matahari sepanjang tahunnya. Selain sehat, ini juga dapat menghemat energi. Untuk itulah, pada setiap ruangan ada baiknya dibuatkan jendela kaca yang berhubungan dengan ruang terbuka. Dalam menentukan berapa besar dan letak jendela, harus diperhatikan kemana arah matahari. Cahaya matahari langsung dari barat akan membuat ruangan sangat panas. Gunakan tenda/kanopi jendela untuk melindungi jendela dari cahaya matahari langsung dan menjaga jendela dari percikan air ketika musim hujan.
Jendela kaca merupakan salah satu elemen bangunan yang berfungsi sebagai alat masuk cahaya matahari ke dalam ruangan dari sebuah rumah. Selain itu, dapat juga digunakan void di ruangan bagi rumah yang tidak memungkinkan untuk dipasangkan jendela, misalnya karena sebuah dibatasi oleh tembok rumah tetangga. Cara lainnya adalah dengan menggunakan skylight atau atap genteng kaca yang transparan, atau menggunakan bahan polycarbonat pada atap garasi. Penggunaan sekat dinding berbahan transparan atau glass block juga bisa digolongkan sebagai komponen pencahayaan, sekaligus sebagai salah satu ornamen arsitektur untuk menambah nilai estetika.
Perencanaan Berdasarkan Arah Matahari
Sinar matahari merupakan pembawa manfaat bagi manusia, termasuk pada rumah. Tapi jika salah-salah dalam menerapkan beberapa elemen dari sebuah rumah, sinar matahari ini justru akan menimbulkan ke-tidak nyaman-an. Ada beberapa cara untuk dapat memaksimalkan cahaya matahari terhadap rumah kita.
Ruang tidur : Agar sinar matahari pagi bisa masuk ke ruang ini, posisikan ruang tidur di sebelah tenggara sampai timur laut. Sinar yang masuk ke ruangan ini membuat Anda tidak malas bangun pagi. Selain itu pula, sisi ini tidaklah menerima sinar matahari sore hari, sehingga nyaman jika digunakan untuk beristirahat siang.
Ruang keluarga : ruang tamu, dan ruang makan. Ruang bersama dianjurkan berada di sisi barat laut atau barat daya. Pada posisi ini, ruang lebih mendapatkan penerangan alami, hangat dan terhindar dari suhu lembab yang berlebihan. Tapi untuk mengurangi suhu panas pada sisi barat, perlu pemakaian material peredam panas atau pemakaian jalusi dan kisi-kisi angin.
Kamar mandi : Umumnya kamar mandi ini memiliki tingkat kelembaban sangat tinggi, maka area ini paling baik jika mendapatkan sinar matahari langsung. Posisikan kamar mandi pada sisi barat atau timur.
Ruang dapur : Dapur dengan semua peralatan memasaknya berpotensi menjadikan suhu ruangan cukup tinggi, maka jalan terbaik adalah meletakkan pada sisi utara atau selatan.
Bukaan : Secara garis besar, bukaan-bukaan seperti pintu atau jendela sebaiknya diposisikan pada arah sebelah utara atau selatan, karena tidak terkena sinar matahari secara langsung. Jika tidak memungkinkan, bagian ini dilindungi dengan memasang tirai.
sumber:arsindo.com

19 Okt 2012

Pilihan Tepat Merenovasi Rumah

Posted by Unknown on 19:02 with 1 comment
B anyak yang mengganggap jasa konsultan atau jasa arsitek terlalu mahal dan menambah biaya. Umumnya, mereka langsung merenovasi rumah berdasarkan gambar, denah atau bahkan sekadar sketsa kasar. Mandor atau Anda dirasa sudah mencukupi untuk mengatasi pekerjaan tersebut. Memang, merenovasi ringan rumah seperti mengecat ulang, membetulkan dinding atau mengganti lantai rumah, bisa langsung dilakukan tanpa perlu konsultasi dengan arsitek. Namun, bila Anda berkeinginan merenovasi level sedang hingga berat, misalnya menambah ruangan atau lantai, mengubah tata letak ruangan atau mengubah tampilan rumah keseluruhan yakni interior dan eksterior rumah, renovasi sebaiknya dilakukan setelah Anda berkonsltasi atau meminta jasa dari konsultan arsitek. Memilih konsultan arsitek memang ibarat mencari pasangan hidup, gampang-gampang susah. Kalau Anda belum tahu konsultan mana yang akan dipakai, pertama-tama anda bisa mencari 4-6 konsultan arsitek untuk dijadikan calon. Anda bisa mendapatkannya dari referensi rekan sekerja misalnya. Setelah itu, seleksi tiap calon konsultan arsitek tersebut. Sebagai bantuan untuk mencari konsultan yang pas, mintalah contoh gambar proyek rumah-rumah yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya (portofolio-nya). Dari portofolio tersebut, Anda bisa melihat gaya desain sang konsultan arsitek, apakah sesuai dengan keinginan Anda. Selain itu, untuk mengecek kinerja sang konsultan arsitek, Anda juga dapat menanyakannya langsung pada beberapa klien si konsultan arsitek itu sendiri. Untuk membedakan mana yang konsultan arsitek sungguhan atau bukan, tanyakan apakah ia termasuk anggota suatu lembaga profesi konsultan (misalnya Ikatan Arsitek Indonesia) dan sudah memiliki sertifikasi. Tanyakan di bagian strata manakah konsultan arsitek berada. Makin tinggi strata sang arsitek artinya makin besar juga jam terbang dan pengalamannya. Sebagai informasi, untuk tahun-tahun mendatang, setelah UU Profesi arsitek disahkan, konsultasi hanya boleh dilakukan oleh arsitek yang telah memiliki sertifikasi. Biaya Jasa Arsitek Menggunakan konsultan arsitek tentu ada jasa yang mesti dibayar. Karenanya sedari awal, jangan ragu untuk bertanya masalah tarif konsultan. Ada konsultan arsitek yang sudah memiliki tarif tersendiri, ada pula konsultan arsitek yang fee-nya ditentukan dari luas bangunan (dihitung per m2) dan ada pula yang menggunakan persentase dari harga bangunan. Ikatan Arsitek Indonesia menetapkan jasa tarif konsultan pada kisaran 7% dari harga bangunan. Perjelas juga apakah tarif jasa arsitek tersebut hanya sampai gambar awal rumah saja (denah, tampak, potongan) atau sampai gambar kerja. Gambar kerja standar mencakup denah, tampak, potongan, pola lantai dan plafon, titik lampu, saklar, stop kontak, detail pantry, detail dapur, detail toilet, detail tangga, dan rencana kusen. Gambar kerja yang lebih lengkap akan terdiri dari gambar kerja standar, detail-detail (arsitektur dan struktur) serta RAB. Tanyakan pula dengan sejelas-jelasnya apakah akan ada ekstra pengeluaran untuk pajak, pengeluaran operasional dan akomodasi untuk pengawasan selama proses pembangunan. Nah, kalau sudah menemukan konsultan arsitek yang cocok, jangan lupa juga untuk menanyakan kontraknya. Selamat merenovasi.
sumber:arsitekonline

1 Jun 2012

Kehidupan diperkotaan dengan tingkat stress yang tinggi memunculkan budaya kerja yang baru dan cukup menarik, bekerja dari rumah. Akibat kondisi kemacetan perjalanan pulang pergi ke tempat kerja, biaya penyediaan kantor dan pemeliharaannya yang cukup mahal maka metoda bekerja dari rumah (home office) menjadi salah satu alternatif yang dilirik agar tetap bisa produktif. Bekerja dari rumah telah menjadi bagian dari trend saat ini. Selain lebih efektif dan efisien, memiliki kantor dirumah juga menjadikan seseorang tidak mengalami penumpukan pekerjaan, karena pekerjaan atau tugas bisa dicicil pada saat berada dirumah. Ada beragam profesi seperti; konsultan (arsitek, desainer interior, desainer grafis, engineer), broker, trader, pengacara, notaris, dokter, atau akuntan lebih memilih untuk melakukan sebagian besar pekerjaannya dari rumah. Kebanyakan dari mereka dengan profesi seperti yang telah disebut diatas memilih untuk bekerja dari rumah pastinya melihat banyak keuntungan dengan gaya hidup seperti ini, melakukan hampir seluruh kegiatan utamanya tanpa harus meninggalkan rumah. Dengan meningkatnya kebutuhan akan sebuah ruang kerja atau kantor dirumah, anda harus tau bagaimana merencanakan dan mengintegrasikan rumah sebagai tempat tinggal, sekaligus juga sebagai tempat untuk bekerja. Yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sebuah rumah dengan ruang kantor kecil yang ada didalamnya adalah bentuk kegiatan apa yang akan dilakukan dan berapa jumlah orang yang akan bergerak di dalam ruangan tersebut. Jenis kegiatan dan jumlah orang ini yang nantinya akan menentukan luas ruang kantor yang dibutuhkan, jenis furniture, cara penataan furniture-furniture, warna dan pencahayaan pada ruang kantor dirumah anda. Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya anda perhatikan saat merencankan sebuah ruang kantor untuk bekerja dirumah anda.. Brand/Image Jika frekwensi meeting anda dengan client dirumah sangat sering, seharusnya anda mempersonalisasikan desain interior kantor dirumah sesuai dengan background anda. Ingat, rumah anda bukan hanya sekedar rumah untuk tinggal saja, tapi juga kantor anda. Jadi, jika anda seorang arsitek, desainer, akuntan, notaris, pengacara, perencana keuangan, broker/trader, atau seniman, maka desainlah ruang kantor anda untuk mengidentifikasikan bahwa ruang tersebut adalah milik anda. Karena estetika pada bagian ruangan tertentu, mencerminkan estetika seluruh rumah anda. Tata rumah anda dengan baik, kondisi rumah yang rapih dan teratur sangat mendukung image yang akan anda ciptakan nantinya. Jangan biarkan koran, majalah, buku bacaan dan barang-barang lainnya tidak tertata dan membuat rumah dan ruang kantor anda terlihat berantakan. Bersihkan rumah dan area ruang kerja anda dengan menyediakan tempat sampah khusus untuk sampah pekerjaan kantor anda. Selain menjaga kebersihan rumah, ruang kantor anda harus selalu siap untuk menerima klien dan rekan kerja setiap saat dan bahkan pada saat anda sedang tidak bekerja. Rumah dan ruang kerja (kantor) yang bersih akan menawarkan ketenangan, perasaan damai dan nyaman ketika anda bekerja dan tinggal didalamnya. Space Jika anda bekerja sendirian di rumah, maka mendesain ruang kerja atau kantor tentunya akan lebih mudah dan fleksibel. Anda dapat mendesain ruang kerja tersebut menyatu dengan kamar tidur, ruang tamu, di bawah tangga bahkan dapat diposisikan berdampingan dengan ruang dapur atau pantri. Anda juga perlu mempertimbangkan kebiasaan-kebiasaan anda, karena beberapa pilihan posisi ruang kerja memiliki efek yang cukup berpengaruh. Misalnya, anda ingin menempatkan ruang ruang kerja menyatu dengan kamar tidur, maka kemungkinan yang terjadi adalah anda sulit bekerja dengan serius karena konsentrasi anda terganggu dengan tempat tidur yang seolah-olah selalu mengajak anda untuk bermalas-malasan. Menempatkan ruang kerja menyatu didalam kamar tidur, ruang makan atau didekat dapur bukan solusi jangka panjang terbaik bagi mereka yang bekerja di rumah. Ruko adalah konsep penataan ruang terbaik jika anda ingin menjadikan sebuah rumah berfungsi ganda sebagai tempat tinggal juga sebagai tempat untuk bekerja (kantor), ruko yang didesain multilevel menawarkan anda pilihan untuk memanfaatkan masing-masing level pada bangunannya. Satu level khusus bisa anda fungsikan sebagai area untuk bekerja, dan level lainnya bisa digunakan untuk tempat tinggal. Furniture Jika kantor dirumah anda akan digunakan oleh beberapa orang, tentunya membutuhkan ruang khusus dengan space yang lebih besar. Dibutuhkan desain khusus untuk furnitur kantor dirumah untuk bisa mengakomodasi dokumen dan peralatan kantor seperti komputer dan printer, dll. Pilih furniture yang simple dan fungsional sesuai dengan kebutuhan, tetapi tetap memperkuat citra/karakteristik dari pekerjaan anda, karena ini akan terlihat sangat unik dan menarik. Meskipun kantor anda berada dirumah, sebuah kantor di harus memiliki set-up peralatan kantor yang lengkap seperti : telepon, faks, komputer, printer, scanner, akses internet, rak penyimpanan untuk file, dan segala sesuatu yang biasanya ada didalam kantor. Sebuah ruang kerja yang baik harus memiliki pencahayaan yang baik, meja kerja yang baik, cabinet atau rak file yang cukup, tampilan ruang yang bersih, ventilasi yang baik dan lantai dengan pelindung yang baik (karpet) untuk memudahkan pembersihan. Jangan berhemat pada peralatan kerja. Anda akan bekerja dengan lebih baik dan optimal jika peralatan kerja dikantor anda lengkap untuk semua keadaan dan jenis pekerjaan. Warna Warna yang dipilih di ruang kerja (kantor) sebaiknya menggunakan warna netral seperti putih.Tentunya hal itu harus diperkuat dengan mempergunakan pencahayaan yang maksimal dimaksudkan agar anda atau pegawai yang bekerja di ruangan tersebut bisa bekerja dengan maksimal. Pemilihan warna yang tepat diharapkan bisa meningkatkan semangat anda ketika bekerja. Pilih dan gunakan warna cat yang bisa menyatu dan kohesif dengan lantai. Pertimbangkanlah untuk menggunakan warna-warna yang netral sebagai warna utama. Warna netral akan memberikan kesan ruangan kantor yang luas, ingat bahwa kantor anda adalah area dengan space yang sempit, sehingga anda sebaiknya menggunakan warna-warna yang terang agar kesan luas bisa didapatkan. Setalah memilih warna utama, selanjutnya anda bisa menggunakan 1 warna bright sebagai aksen. Warna terang sebagai aksen akan memberikan daya tarik, sehingga ruangan tidak terkesan polos dan monoton. Pilihlah cat yang berkualitas tinggi, siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti paint shield, molding dan masker. Siapakan cetakan atau sticker, jika ada bagian yang akan dicat dengan warna lain, maka anda sebaiknya menutup bagian tersebut terlebih dahulu. Pencahayaan Untuk pencahayaan diruang kerja (kantor) anda, sangat disarankan menggunakan jenis lampu pijar yang berwarna kuning dan lampu dengan intensitas cahaya yang cukup tinggi agar mata anda tidak cepat lelah. Gunakan floor lamp yang cukup tinggi, ceiling fixtures atau lampu gantung untuk memberi kesan dramatis tetapi ruangan kantor harus dijaga agar tetap lega. Dibanyak ruangan kantor anda pasti sering melihat lampu spotlight atau downlight, anda juga bisa menggunakannya diruang kerja anda. Jika memungkinkan tambahkan task lamp dimeja anda, task lamp sangat efektif dan tidak mengambil banyak space diatas meja atau area kerja anda. sumber: Architectaria – Arsitek dan Perencana

9 Jan 2012

INTERIOR MODERN JEPANG DI RUMAH TIPE 49

Posted by Unknown on 20:08 with No comments

Memiliki rumah mungil kini menjadi pilihan banyak pasangan muda. Menarik menyiasati tatanan interiornya agar rumah tetap terlihat luas. Inspirasi gaya modern Jepang yang serba praktis dan ringkas seperti rumah tipe 49 ini boleh Anda coba.

BERMAIN PANEL KAYU Dl DINDING

Pengudaraan yang minim sering menjadi kendala pada rumah tipe kecil. Untuk mengatasinya, rumah ini didesain dengan plafon tinggi pada bagian ruang tamu dan ruang keluarga, setara dengan bangunan satu setengah lantai. Dengan demikian udara dan cahaya matahari bisa masuk secara maksimal dari bagian atas. Ruang pun terasa lebih lapang.

Karena dimensinya mengikuti tinggi plafon, dinding tentu terlihat membosankan jika dibiarkan tampak kosong. Bagian ini kemudian diolah dengan penambahan lapisan panel dinding dari bahan multipleks teakwood di-finishing melamik warna natural. Permainan bidang dan susunan ambalan-ambalan pendek itu sekaligus berfungsi sebagai elemen furnitur bagi ruang tamu. Di bawahnya diletakkan meja TV berbentuk persegi panjang rendah dengan sapuan warna kayu coklat tua. Pilihan material kayu menambah kesan hangat ruang tamu itu.

Menguatkan konsep modern Jepang, dipilih sofa dua dudukan menyerupai model bench. Penopangnya berupa dipan kayu pendek dengan jok dudukan menempel di atasnya, sedangkan bagian sandaran langsung menempel ke dinding yang disapu warna cokelat susu. Meski cukup besar, tampilan sofa ini menjadi ringan karena bagian bawahnya kosong. Di sudutnya ditempatkan meja dan lampu dekoratif beraksen kayu warna natural. Di depan diletakkan sebuah coffee table model meja tatami khas Jepang yang simpel.

Berurutan dengan ruang tamu diletakkan ruang makan dengan satu set meja dan empat kursi berukuran mungil. Panel pada dinding yang melatar belakanginya menjadi fokus menarik pada area ini. Komposisi bidang kotak-kotak yang keluar-masuk diperkuat dengan warna natural

Artikel selengkapnya ada di majalah ESTATE edisi Juni 2006

sumber: housing estate

28 Des 2011

Burj Dubai - Gedung Tertinggi di Dunia

Posted by Unknown on 19:20 with No comments

Dubai kembali membuat berita. Pada tanggal 4 Januari 2010, BURJ DUBAI sebagai gedung tertinggi di dunia akan diresmikan pemakaiannya. Walaupun dibayang-bayangi krisis ekonomi yang sempat menyebabkan Dubai tidak dapat melunasi kewajiban kepada para penyandang dana, namun mega proyek ini tetap dilanjutkan penyelesaiannya.

Kompleks Burj Dubai memiliki luas lebih kurang 2 kilometer persegi. Berbagai fasilitas ada di dalam kompleks ini antara lain hotel, shopping mall, perkantoran, apartemen dan taman seluas 11 hektar. Dibangun sejak 21 September 2004, proyek yang katanya menghabiskan biaya USD 4,1 milyard (+/-39 triliun rupiah) ini dibangun oleh 3 kontraktor sekaligus yaitu Samsung Eng & Construction, Besix and Arabtec.

Dengan selesainya Burj Dubai, maka semakin banyak proyek serba TER yang selesai dibangun di negara gurun pasir ini.

Data Burj Dubai :
Tinggi bangunan : 818 meter (sampai ujung antena), lantai teratas ada diketinggian 624,1m
Jumlah keseluruhan lantai : 164
Jumlah lift : 57 elevators
Jumlah panel kaca : lebih dari 26,000 buah
Luas lantai total : 334,000 m²
Pemakaian lantai: s/d lantai 8 mall, 37 lantai berikutnya untuk hotel, apartemen akan berada di lantai 45-108 dan sisanya merupakan lantai perkantoran.

sumber:ilustri

19 Okt 2011

Rumah yang kaya dengan penghawaan alami akan memiliki kualitas udara lebih baik. Demi menciptakan kondisi itu, Anda perlu mempelajari letak rumah Anda untuk mengenali datangnya angin sehingga sirkulasi udara di dalamnya lancar. Sebutlah misalnya, lingkungan rumah Anda memiliki potensi angin dari arah timur, timur laut, dan tenggara, maka buatlah bukaan seperti jendela, pintu, jalusi, dan lain-lainnya yang menghadap arah itu. Kadangkala angin atau udara yang datang cukup panas, karena itu sebelum masuk ke rumah diberi perantara dengan melewati teras panjang atau kanopi.

Tanaman berukuran besar di halaman juga cukup berguna meredam udara panas. Agar angin atau udara mengalir lancar, sebaiknya Anda membuat bukaan untuk mengeluarkan udara di belakang rumah. Semakin luas bukaan, maka semakin kuat pula angin yang akan masuk.

Namun, jika bagian belakang rumah sudah habis tertutup bangunan, udara panas dapat diarahkan ke atas. Bila masih kurang lancar, Anda dapat memanfaatkan exhaust fan untuk menyedot udara ke atas.

Langkah lainnya bisa dilakukan adalah dengan membangun plafon tinggi di atas 340 sentimeter. Volume ruang atas plafon bawah genteng juga menguntungkan. Rumah dengan volume besar di dalamnya akan terasa lebih dingin.

sumber: kompas

16 Okt 2011

Ada berbagai alasan yang bisa anda dapatkan kenapa rumah harus direnovasi. Penyesuaian kebutuhan akibat perbedaan keadaan ketika rumah tersebut dibeli dengan kondisi yang ada sekarang. Misalnya dulu anda belum memiliki anak, saat ini anak anda sudah berjumlah dua atau tiga orang. Jumlah anggota keluarga juga sudah berkembang baik bertambah usia maupun jumlahnya, konsekuensinya pengaturan ruang dirumah harus direncanakan kembali. Anak-anak yang sudah semakin besar memerlukan kamar tidur sendiri, tersedianya ruang belajar, storage atau tempat perlengkapan, dsb. Selain itu alasan dilakukannya renovasi rumah bisa juga karena ada bagian-bagian rumah yang mulai rusak atau lapuk sehingga harus segera diperbaiki atau diganti, misalnya; rangka atap, penutup atap,plafond, kusen-kusen, daun pintu/jendela, dsb.








Rumah, seperti semua barang yang digunakan secara terus-menerus akan mengalami perubahan. Perubahan ini bisa jadi karena pengaruh usia rumah atau bisa juga karena perubahan selera dari pemilik rumah, yang tidak puas dengan kondisi fisik bangunan rumahnya saat ini. Salah satu upaya mengimbangi perubahan pada bangunan inilah yang diterjemahkan ke dalam sebuah proses yang disebut renovasi rumah.

Berikut adalah beberapa alasan atau tujuan kenapa pemilik rumah melakukan renovasi pada bangunan rumahnya:

Perlunya merubah, menambah atau menyesuaikan lagi fungsi – fungsi ruang di rumah. Misalnya adanya penambahan kamar, perluasan ruang kerja, dapur, kamar manbdi, dsb.
Memperbaiki kondisi atau kualitas rumah akibat kerusakan karena usia atau kerusakan akibat hal-hal yang lain. Misalnya perbaikan atap karena kuda-kudanya lapuk, perbaikan dinding yang lembab, perbaikan plafond yang bocor, perbaikan saluran air,dsb.
Ingin merubah tampilan eksterior rumah. Setelah sekian lama dihuni tentunya ada perasaan bosan atau jenuh dengan tampilan rumah yang ada sekarang, wajar jika anda ingin merubah tampilan luar rumah anda. Misalnya desain eksterior rumah bergaya klasik menjadi bergaya minimalis, atau rumah bergaya minimalis menjadi modern tropis, dsb.
Apapun alasan anda merenovasi rumah, satu hal yang pasti, renovasi harus direncanakan dan dilaksanakan dengan cermat. Perizinan yang lengkap, detail rencana pembangunan, sampai perkiraan biaya harus dipikirkan diawal agar renovasi rumah dapat berjalan lancar.

Berikut ini adalah beberapa panduan dalam merenovasi rumah yang hemat biaya, dengan mengikuti tips ini anda akan mendapatkan fungsi maupun tampilan rumah yang baru dan berbeda dari rumah anda sebelumnya tanpa harus mengeluarkan uang diluar dari yang semestinya anda belanjakan.

Konsep Rumah Yang Akan Direnovasi

Pada tahap ini, anda menentukan bagian rumah mana saja yang ingin dirubah atau diperbaiki, bagaimana desainnya, apakah anda akan menggunakan kembali material lama atau tidak. Bila ingin menggunakan material lama tentu harus dibongkar secara hati-hati agar tidak rusak. Sedangkan menentukan desain berguna agar hasilnya sesuai dengan yang anda inginkan. Karena bila hasil tidak sesuai, anda harus membongkarnya sehingga biaya yang dikeluarkan lebih banyak. Dengan mengetahui konsep dengan matang juga membantu tukang mengerjakan dengan lebih cepat.

Jenis Dan Kualitas Material Yang Akan Digunakan

Bila memang dana renovasi anda terbatas, tidak ada salahnya anda menggunakan barang-barang berkualitas sedang atau bila perlu menggunakan barang bekas. Bila kita memilih dengan cermat, kita dapat menemukan barang bekas tapi berkualitas baik.

Penggunaan barang-barang berkualitas sedang misalnya untuk keramik lantai, kayu-kayu, kusen, atau cat interior. Keramik yang dipasang dengan teknik yang baik dapat menghasilkan lantai yang indah walaupun menggunakan keramik kualitas sedang. Sedangkan bagian-bagian yang wajib menggunakan barang-barang dengan kualitas baik adalah pada bagian fondasi rumah, pipa air yang ditanam, struktur bangunan, rangka atap. Dapat dibayangkan bila pada bagian tadi terjadi kebocoran atau rusak, tentu anda harus membongkar lagi yang berarti perlu mengeluarkan uang lagi. Untuk cat eksterior juga disarankan menggunakan kualitas baik karena bagian luar rumah biasanya terkena hujan, teriknya matahari atau udara lembab.

Menghilangkan Item Pekerjaan Tertentu

Yang dimaksud disini adalah anda tidak melaksanakan salah satu atau beberapa item pekerjaan, sehingga waktu yang digunakan lebih cepat dan dapat menghemat biaya. Misalnya; Tembok tanpa diplester yang dapat membuat tembok tampak alami, mengecat tanpa di plamur, atau mensubtitusi penggunaan aluminium foil dengan plastik cor untuk menghemat biasa.

Skema Pembayaran

Cara pembayaran yang bisa anda terapkan pada pemborong atau tukang umumnya terbagi dua, yaitu borongan dan harian. Bila memang kita sudah tau dengan pasti apa yang akan direnovasi dan kita sudah mengetahui konsep renovasi secara matang, maka lebih baik kita menggunakan sistem borongan. Sebaliknya bila konsep renovasi rumah belum jelas, anda dapat membayar tukang secara harian.

Waktu Pelaksanaan Renovasi

Renovasi rumah sebaiknya tidak dilakukan saat musim hujan, karena pada musim ini tukang yang mengerjakan dapat menemui kesulitan. Proses pelaksanaan pekerjaan akan sering tertunda, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan pengecoran, plesteran dinding, pemasangan rangka dan penutup atap, plamer dinding serta pengecatan pada bagian eksterior.

Ada baiknya anda berkonsultasi dan bila perlu bekerja sama dengan arsitek. Bekerja sama dengan arsitek sesungguhnya sangat menguntungkan anda. Mereka akan memberi solusi atas kebutuhan anda, memberi anda berbagai alternatif desain yang paling sesuai dengan selera dan keinginan anda, mengarahkan anda pada proses yang tepat, menghindarkan anda dari kerugian yang tidak perlu dikemudian hari akibat proses pembangunan atau renovasi yang tidak terencana dengan baik.

Demikianlah berbagai tips yang bisa diterapkan dalam proses merenovasi rumah anda. Dengan menerapkan berbagai tips diatas, proses renovasi rumah anda akan optimal. Hemat dari segi biaya dan hasilnya tentu sesuai dengan harapan anda. Selamat Berakhir pekan.

sumber: architectaria

31 Jul 2011

PERENCANAAN TANGGA RUMAH

Posted by Unknown on 15:33 with No comments

Tangga berfungsi sebagai penghubung ruangan di lantai atas dengan lantai bawah. Pemasangan tangga di rumah terkadang membutuhkan pemikiran lebih, apalagi bila rumah tersebut tergolong mungil. Peletakan tangga yang salah justru akan mempersempit rumah.Pemilihan dan pemasangan tangga menjadi sangat penting ketika seseorang memutuskan untuk menambah ruangan rumahnya secara vertikal. Beberapa komponen harus diperhatikan agar tangga menyatu dengan rumah Anda. Bentuk, jenis dan bahan baku tangga harus sesuai dengan konsep rumah secara keseluruhan. Berikut tips & triknya:

1. Pilihlah tangga yang proporsional dan sesuai dengan bentuk dan luas ruangan. Tangga pun harus didesain dan diletakkan di tempat yang justru tak menambah sempit ruangan. Apabila rumahnya kecil, sebaiknya membuat tangga yang bentuknya searah dengan dinding.

2. Pada dasarnya tangga terdiri dari tiga bagian, anak tangga, bordes (tempat berhenti sementara), dan railing (pagar yang mengelilingi anak tangga). Kehadiran bordes bisa saja tidak digunakan, tergantung dari jumlah anak tangganya. Apabila menurut Anda jumlah anak tangga tergolong banyak, sebaiknya tambahkan bordes.

3. Dalam mendesain tangga, harus memperhatikan beberapa faktor penting, antara lain, sudut kemiringan, jumlah anak tangga, lebar dan tinggi anak tangga, luas bordes, ketinggian dan kerapatan railing. Sudut kemiringan tangga tidak boleh terlalu curam. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan ketidaknyamakan ketika menaiki dan menuruni tangga. Jumlah anak tangga dapat disesuaikan dengan jumlah jarak antar lantai. Sedangkan untuk tinggi anak tangga (langkah naik) sebaiknya tidak lebih dari 20 cm dengan luas (langkah datar) 25-30 cm. Khusus untuk railing tangga ada beraneka ragam desainnya, dapat Anda pilih sesuai selera. Bahannya pun tersedia dalam berbagai jenis. Untuk mendapatkan hasil yang lebih unik, Anda dapat mengomposisikan bahan kayu dengan bahan beton, bahan besi atau bahan kaca dengan aluminium/stainless steel.

4. Untuk lantainya, banyak bahan bisa digunakan, seperti karpet, kayu/parkit, marmer, keramik dipasang stair nosing pada ujubg anak tangga. Sebaiknya memilih bahan yang tidak licin agar keselamatan Anda dan anggota keluarga tetap terjamin.

sumber: duniarumah.blogspot.com

28 Jul 2011

Apa sih rumah yang nyaman itu? Rumah nyaman berarti rumah harus mewadahi kebutuhan individu (pemilik dan pengguna rumah). Kebutuhan individu itu diantaranya adalah ruang yang mewadahi hobi dan juga aktivitas multitasking (berbeda namun dilakukan bersamaan).

Mewadahi Kebutuhan

Rumah nyaman juga berarti memenuhi kebutuhan rumah itu sendiri, seperti udara dan cahaya, yang membuat bahan bangunan tidak mudah rusak karena lembap. Kebutuhan sirkulasi udara diperlukan oleh bangunan itu sendiri, karena ada material yang harus berada dalam kondisi udara yang baik. Misalnya gipsum, yang tak tahan lembap, atau dinding yang seringkali terkena air, harus kering dengan aliran udara dan cahaya yang baik. Rumah pun sebaiknya mewadahi kebutuhan lingkungan. Kebutuhan lingkungan antara lain, aksesibilitas (tak menggangu lalu lintas), inspiratif (jadi solusi panca indera),& jadi tempat penghijauan.

Seimbang

Selain memenuhi kebutuhan penghuni dan lingkungannya, rumah pun harus seimbang. Keseimbangan yang dimaksud adalah adanya interaksi berkesinambungan antara beberapa hal yang memberi makna. Diantaranya adalah keseimbangan antara elemen kosong-isi. Keseimbangan antara elemen diam-bergerak. Keseimbangan antara bidang terang-gelap,dan keseimbangan penggunaan elemen artifisial dan alami di rumah.

- Keseimbangan kosong-isi, berarti membuat ruang dan bangunan memiliki bagian yang lebih padat pada posisi tertentu, dan kosong pada posisi lain. Posisi ini tergantung pada kebutuhan individu. Apakah ingin suasana yang lebih dinamis atau lebih statis. Ruang yang memiliki isi bisa menjadi ruang fungsional, penyimpanan barang, dan ruang yang kosong bisa jadi ruang pandang, dan ruang sirkulasi orang.

- Keseimbangan diam dan bergerak, berarti membuat komposisi ruang yang memainkan unsur bergerak di satu sisi , dan diam di sisi lain.Unsur bergerak itu bisa berupa pepohonan yang memiliki daun yang bisa bergerak saat tertiup angin, atau aliran air yang mengalir. Unsur bergerak bisa juga diwakili oleh pola-pola geometris yang dinamis. Unsur diam bisa dari furnitur yang ada di ruangan, atau elemen bangunan yang diposisikan berdampingan dengan elemen bergerak tadi.

- Keseimbangan selanjutnya adalah keseimbangan yang memainkan unsur terang dan gelap. Permainan terang dan gelap yang seimbang bisa menguatkan dimensi ruang. Dimensi ruang yang terlihat kuat bisa membuat ruangan jadi lebih berkarakter, penuh kesan, dan kontemplatif.

Nah, yang menarik, ternyata masing-masing jenis keseimbangan tadi mewakili unsur Yin (unsur statis atau dingin), dan Yang (unsur dinamis atau gairah) pada ruangan. Memainkan unsur-unsur keseimbangan pada ruangan, ternyata bisa membentuk karakter penghuni rumah, lho . Karakter bisa muncul dari perilaku yang berulang. Sedangkan perilaku sendiri muncul dari cara kita beraktivitas menanggapi sebuah persoalan. Persoalan yang bisa diselesaikan dengan baik membawa perilaku yang baik, dan begitu pula sebaiknya. Penataan dan desain ruangan, adalah sebuah solusi atas persoalan pewadahan kebutuhan.

Mewadahi Interaksi

Ini dia aspek lain yang membuat rumah jadi nyaman adalah kemampuan ruang mewadahi interaksi penghuninya. Interkatif: ruang-ruangnya bisa mewadahi aktivitas berkomunikasi dengan intensif. Interaktif juga berarti menjadikan elemen alam (cahaya, udara, air) terhubung dengan erat dengan panca indera.

Komunikasi tak hanya berbentuk verbal, tapi keempat indera yang lain bisa ikut “berkomunikasi”. Saat kelima indera berkomunikasi, didapatlah data yang nantinya bisa diolah otak. Dari data yang didapat, akan terstimulasi dalam gerak dan rasa. Kenyamanan di indera mempengaruhi kenyamanan rasa dan menjadi kesan yang diingat.

Kenyamanan di rumah bisa didapatkan tanpa mengubah banyak hal. Kembali introspeksi diri, ketahui kebutuhan diri & lingkungan, itu kuncinya.

Foto: iDEA/ Ricardo de Melo

sumber:ideaonline.co.id

27 Jul 2011


Dalam merancang ruang tamu Anda perlu lebih cermat untuk menciptakan udara segar dengan konsep hemat energi. Sirkulasi udara segar sangat dibutuhkan di musim pancaroba seperti saat ini.

Banyak orang menganggap, menggunakan AC adalah jalan terbaik untuk menghindari cuaca panas. Padahal, kenyataannya tidak begitu. Anda bisa mencoba konsep yang lebih alami untuk ruang tamu Anda yang hemat energi. Berikut caranya:

Pertama, kurangi radiasi matahari yang langsung dari ruang tamu Anda dengan menanam pohon dekat jendela ruang tamu Anda. Selain itu, usahakan agar ruang tamu berada di bawah atap, atau antara penutup atap dan langit-langit diberikan ventilasi semaksimal mungkin. Ini dilakukan agar udara panas yang ada di bawah penutup atap dapat dialihkan keluar.

Usahakan agar udara segar terus-menerus mengalir di dalam rumah. Ini bisa Anda siasati dengan ventilasi udara secara silang.

Satu hal yang harus Anda hindari adalah penempatan ruang tamu pada sisi barat. Karena, di sisi ini radiasi matahari cenderung tinggi di siang dan sore hari.

Untuk itu pula, ada baiknya warna cat di luar ruang tamu Anda menggunakan cat berwarna gelap atau hitam karena bisa menyerap radiasi matahari hingga 70-90 persen, sementara udara didalam ruangan tamu tetap dingin. Sebaliknya, di dalam ruang tamu Anda sebaiknya menggunakan cat berwarnah cerah atau perpaduan beragam warna sesuai keinginan Anda.

M Ridwan Kamil, arsitek ternama Indonesia pernah mengatakan, "Semakin banyak radiasi yang dipantulkan oleh permukaan cat, ruangan belakang dinding bisa lebih dingin".

Selain itu, Anda sebaiknya meminimalkan penggunaan materai keras, seperti beton, aspal, atau seng di sekitar rumah Anda. Hal ini agar tingkat radiasi matahari tidak akan menaikkan suhu udara di sekitar rumah Anda.

sumber: kompas.com

26 Jul 2011

5 Kesalahan Dalam Perencanaan Rumah

Posted by Unknown on 05:40 with No comments
Hampir setiap orang berangan-angan mempunyai rumah impian milik mereka sendiri, dan hampir tidak ada batasan apapun untuk mendefinisikan rumah impian menurut imajinasi mereka. Namun mewujudkan rumah impian tidaklah semudah ketika Anda memimpikannya. Butuh perencanaan yang matang dan dengan budget yang terencana pula.

Ada sedikitnya 5 kesalahan yang sering dilakukan oleh orang-orang yang mencoba untuk merencanakan rumah impiannya.

1. Merencanakan rumah tanpa memperhatikan peraturan pemerintah setempat tentang mendirikan bangunan

Kesalahan ini berakibat fatal. Peraturan pemerintah tentang mendirikan bangunan dibuat bukan tanpa tujuan, namun peraturang-peraturan ini bertujuan agar lingkungan tetaplah tertata dan kepentingan umum tetap dilindungi. Hal ini jangan sampai Anda acuhkan. Tidak akan ada kesempatan lagi untuk memperbaiki apa yang salah jika bangunan Anda sudah berdiri. Yang ada adalah Anda harus berurusan dengan pemerintah, bahkan pula harus berhadapan dengan sanksi-sanksi. Dan hal ini malah akan jauh lebih menyulitkan Anda ketimbang Anda mengurus semua yang diperlukan sejak awal Anda hendak membangun.

2. Merencanakan rumah tanpa memperhitungkan ukuran dan lokasi dimana rumah akan dibangun

Hal ini sama saja dengan Anda menggambar tanpa memperhatikan kertas gambar Anda, sehingga tanpa sengaja Anda menggambar hingga ke papan meja gambar Anda. Tentu saja hal ini merupakan kesalahan yang fatal. Bayangkan penyesuaian yang harus dilakukan di lapangan jika hal ini terjadi. Anda tidak hanya berurusan dengan uang dan waktu Anda pribadi, namun berarti pembengkakan tenaga kerja dan material juga. Akan lebih baik jika Anda membuat perencanaan rumah yang mungil kemudian Anda dapat mengembangkannya kemudian.

3. Merencanakan rumah tanpa memperhitungkan budget

Tidak dapat dipungkiri, uang Andalah yang berperan sebagai bahan bakar dalam proyek perencanaan rumah impian Anda ini. Tentukan budget Anda, sesuaikan dengan gambaran rumah impian Anda dan kemudian lakukan pengendalian pengeluaran seperlunya.

4. Menyerahkan proses perencanaan rumah kepada orang yang tidak professional.

Mungkin hal ini bisa memangkas pengeluaran Anda, namun tanpa Anda sadari, Anda telah melakukan kesalahan yang cukup fatal. Orang yang tidak professional biasanya melakukan hal atas asas coba-coba. Dan Anda pasti tahu bahwa biaya trial and error seperti ini sangatlah besar. Karena itu, kalau memang Anda mengingingkan jasa seseorang untuk membantu Anda merencanakan rumah impian Anda, pastikan dia adalah orang yang professional dan mengetahui seluk beluk perencanaan rumah.

5. Hanya mengandalkan opini dan keputusan desainer yang sudah Anda sewa tanpa melakukan riset Anda sendiri.

Desainer interior atau arsitek professional tentulah merupakan seorang yang ahli tentang perencanaan rumah. Namun Anda jangan hanya menurut saja apa kata mereka, karena Andalah pemilik rumah itu nantinya, bukan mereka. Karena itu lakukanlah riset Anda sendiri, sejauh yang Anda mampu. Sehingga ketika tiba waktunya para desainer tersebut memberikan opini dan masukan-masukan desainnya kepada Anda, Andapun telah siap dengan kisi-kisi mengenai rumah impian Anda. Ingatlah, bahwa mereka `hanyalah` membantu Anda dalam pewujudan rumah impian Anda namun Andalah `sutradara`nya. Anda yang dapat menentukan bagaimana rumah impian Anda nantinya. Jangan selalu menerima desain-desain jika Anda tidak merasa pas dan mantap.

Melakukan perencanaan rumah seperti ini bukanlah hal yang mudah. Bahkan bisa dikatakan dengan bercanda, bahwa para arsitek telah menghabiskan waktu beberapa semester kuliah untuk mempelajari hal ini. Namun jika Anda sudah mengetahui prinsip-prinsip kesalahan ini, Anda dapat merencanakan rumah impian Anda dengan lebih baik.


sumber: duniarumah.blogspot.com