Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Matius 11:28)

20 Feb 2011

PINDAH DARI DALAM MAUT KE DALAM HIDUP

Posted by Yonas Wisanto on 20:39 with 1 comment
“Siapa saja yang mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” Yohanes 5:24. Ketika Allah menciptakan manusia, ia tidak hanya memberi manusia sebuah tubuh, juga di dalam manusia memberi manusia sebuah roh. Tubuh berguna untuk mengontak dunia ini, berhubungan dengan dunia ini, roh berguna untuk mengontak Allah, berhubungan dengan Allah. Karena itu, suasana maut pada diri maqnusia ada dua: satu adalah kematian jasmani, lainnya adalah kematian rohani. Orang yang mati jasmaninya adalah orang mati, orang yang rohnya mati, dalam pandangan Allah, juga adalah orang mati. Tuhan pernah berkata, “Biarlah orang mati menguburkan orang mati” (Lukas 9:60). Dalam pandangan Tuhan, orang yang dikubur itu adalah orang mati, orang-orang yang menguburkan orang mati itu, karena roh mereka mati, juga adalah orang-orang mati.
Umat manusia yang jatuh, tidak hanya tubuhnya akan mati, sebelumnya, rohnya telah mati lebih dulu. Disayangkan, manusia hanya mengetahui kematian atas tubuh, tidak tahu kematian atas roh. Manusia hanya memikirkan bagaimana merawat dan mengasuh tubuh agar dapat hidup lebih lama beberapa tahun, namun tidak memperhitungkan bagaimana agar rohnya dihidupkan kembali, agar mewarisi hidup yang kekal. Kematian tubuh membuat seseorang terputus hubungan dengan dunia, terputus dalam hubungan ibu bapak, terputus dalam hubungan saudara, terputus dalam hubungan suami istri, terputus dalam hubungan anak-anak, terputus dalam hubungan persahabatan, terputus dalam hubungan antar manusia, juga terputus dalam hubungan antara manusia dengan segala sesuatu.
Tadinya mata bisa melihat pemandangan pegunungan atau hamparan lautan, begitu tubuh mati, tidak dapat melihat lagi. Tadinya telinga bisa mendengar musik-musik merdu, begitu tubuh mati, tidak dapat mendengar lagi. Tadinya lidah bisa mengecap makanan lezat dan sedap, begitu tubuh mati, tidak dapat mengecap lagi. Tadinya tangan ini cekatan bekerja, begitu tubuh mati, tidak dapat bekerja lagi. Demikian pula, kematian roh, menyebabkan manusia putus hubungan dengan Allah, tidak dapat mengontak Allah, tidak dapat menikmati kelimpahan kemanisan diri Tuhan. Kematian tubuh jasmani ini demikian menakutkan, kematian roh lebih-lebih merupakan kehilangan berkat bahagia yang betapa besar. Sungguh rugi!
Tuhan berkata, “Siapa saja yang mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut kedalam hidup” (Yohanes 5:24). Setiap orang yang menerima Tuhan Yesus, didalam dirinya ia memperoleh Allah, yaitu “pindah dari dalam maut ke dalam hidup”, tidak hanya kelak tubuh memperoleh kebangkitan, “saatnya akan tiba bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya…. Akan keluar” (Yohanes 5:28-29). Bahkan sekarang juga Dia menghidupkan kembali roh manusia dari dalam maut: “Orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup” (Yohanes 5:25). Orang yang tadinya mati terhadap Allah, kini bisa hidup terhadap Allah, bisa mengontak Allah, bersekutu dengan Allah, menikmati suplai limpah lengkap hayat Allah, dengan Allah sebagai sukacita, mewarisi hidup yang kekal. (traktat yayasan perpustakaan injil)

1 komentar:

  1. Bagaimana anda yakin anda akan diterima Yesus nanti? Bagaimana nanti kalau dia menolak anda?

    BalasHapus

Silakan Anda berkomentar dengan sopan