Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Matius 11:28)

10 Jun 2012

Berharap dan Percaya (2)

Posted by Yonas Wisanto on 17:51 with No comments
Bacaan hari ini: Roma 4:18-22, Ibrani 11:11-12 (lanjutan) “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” (Roma 4:18) Pelajaran dari sikap Sara membuat kita mengetahui bahwa dalam menghadapi pergumulan hidup, tidak semestinya kita melupakan Tuhan dan mengandalkan hikmat sendiri. Jika kita salah bertindak dan bertentangan dengan kehendak Allah, maka kita dapat mengalami kerugian. Karena itu, kita harus belajar percaya pada pimpinan Tuhan, sekalipun harus menantikan waktu-Nya. Setelah Hagar mengandung dan melahirkan Ismael, Abraham dan Sara kemudian menaruh pengharapan mereka pada Ismael untuk dapat melanjutkan keturunannya (bnd. Kej. 17:18). Tetapi apakah hal ini merupakan ide yang baik? Ternyata tidak! Pada kenyataannya, yang terjadi tidak sesuai dengan harapan Abraham dan Sara. Kehadiran Ismael justru membawa kepahitan dalam rumah tangga Abraham dan Sara. Hagar menjadi angkuh dan menghina Sara. Padahal Sara yakin, ketika pertama kali ia mengusulkan agar Abraham menghampiri Hagar, tentulah karena Sara melihat bahwa Hagar adalah seorang budak yang baik, yang sangat menghormatinya, bahkan mungkin sangat rendah hati dan menyukakan hatinya. Itulah sebabnya ia memilih Hagar dan menaruh harapan bahwa melalui Hagar, keturunan Abraham dapat diteruskan. Tetapi sekali lagi, pengharapan yang ditaruh pada manusia akhirnya mengecewakan. Adalah hal yang wajar, ketika menghadapi pergumulan dan kesulitan hidup, kita mencari pertolongan kepada manusia lain, entah itu suami, istri, orangtua, anak, saudara, famili bahkan teman-teman kita. Tetapi kita harus sadar bahwa sumber pertolongan yang utama adalah Tuhan! Mengapa? Karena manusia bisa saja berubah dan mengecewakan, tetapi Allah tidak! Manusia terbatas, tetapi Allah tidak! Yesaya 2:22 mengatakan: “Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih daripada hembusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?” Karena itu, janganlah mempercayakan kehidupan Anda kepada manusia, tetapi percayalah pada kehendak dan rencana Tuhan dalam hidup Anda, sebab sekalipun Ia tidak pernah membiarkan dan meninggalkan Anda! sumber:perspektif gka gloria

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan Anda berkomentar dengan sopan