Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Matius 11:28)

19 Jan 2014

Smart House, Konsep Rumah di Masa Depan

Posted by Yonas Wisanto on 19:47 with No comments
Perkembangan teknologi akhir – akhir ini begitu pesat, bahkan hal yang dulunya dianggap mustahil (misal berkomunikasi dengan orang jarak jauh secara tatap muka) kini bisa terealisasikan dengan bantuan teknologi. Teknologi – teknologi ini mencakup banyak hal, mulai dari teknologi komunikasi, security, perhubungan, hingga robot yang banyak difungsikan untuk membantu kegiatan manusia.
Teknologi – teknologi tersebut telah banyak diterapkan di industri, perkantoran, pusat – pusat bisnis, hingga rumah pribadi. Khusus untuk rumah pribadi, penerapan teknologi yang paling jelas terlihat adalah teknologi security (pengamanan) dalam bentuk sistem pengaman otomatis atau CCTV. Dengan teknologi ini, ancaman pencurian pada rumah bisa terminimalisir.
Sejatinya, penerapan teknologi pada rumah tidak hanya berkaitan dengan sistem keamanan saja. Tengok saja rumah Bill Gates yang berada di tepian Lake Washington. Di rumah tersebut, sistem home automation (pengendali otomatis) telah diterapkan. Sehingga, semua sistem terjadi di rumah, mulai dari sistem pencahayaan, sistem buka tutup pintu, hingga sistem pengamanan, semua bekerja secara otomatis karena adanya sensor yang terpasang di alat dengan dikendalikan oleh komputer melalui jaringan cyber. Rumah yang sedemikian high-tech ini biasa disebut smart house.
Ide smart house yang pertama kali
Meski ada berbagai variasi mengenai siapa yang pertama kali menerapkan ide smart house ini, namun setidaknya sebuah perusahaan yang pertama kali mencetuskan ide ini dan mengkomersilkannya adalah SmartHome, perusahaan milik Joe Dada and David Tan. Perusahaan ini berdiri di tahun 1992 dengan fokus pada menyediakan sistem elektronik home automation untuk rumah pribadi. Sejak saat itu, konsep smart house mulai dikenal.
Di masa depan, bukan tidak mungkin akan lebih banyak smart house yang bermunculan. Semua pekerjaan rumah bisa saja dikendalikan oleh sebuah remote, di mana sekali kita tekan tombolnya, maka sistem akan bekerja secara otomatis. Remote ini bisa digunakan untuk mengendalikan nyala lampu, membuka dan menutup tirai, menyalakan TV , serta mengatur kadar dinginnya AC tanpa perlu beranjak dari tempat duduk. Atau, Anda bisa saja mulai mencoba menerapkan sistem automation ini di rumah Anda. Sehingga, Anda bisa mewujudkan sebuah smart house yang merupakan konsep rumah masa depan.
Desain Interior Rumah dengan Smart House System
Meski ide smart house ini cukup menjanjikan, ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum mewujudkan hal ini menjadi kenyataan, misalnya pertimbangan – pertimbangan di bawah ini.
1. Pertimbangkan faktor efisiensi dan ekonomi
Alasan kita mewujudkan smart house tentunya karena faktor efisiensi. Dengan smart house, kita berharap akan membersihkan, menjaga, dan mengerjakan pekerjaan rumah lebih mudah, cepat dan praktis. Namun, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya yang besar yang mesti Anda keluarkan untuk membangun sistem jaringan otomatis tersebut. Selain itu, sistem tersebut tentunya membutuhkan perawatan dan pengecekan secara berkala. Maka ketika Anda berfikir untuk menerapkan konsep smart house, Anda perlu menyiapkan budget yang cukup.
2. Analisa kebutuhan Anda dan keluarga
Meskipun Anda mewujudkan smart house dengan sistem home automation, bukan berarti Anda harus menerapkan semua teknologi canggih ke dalam rumah Anda yang sejatinya tidak begitu Anda butuhkan. Misal jika rumah Anda sudah dijaga oleh seorang satpam, pastinya Anda tak terlalu membutuhkan sistem security yang terlalu banyak. Cukup tambahkan kamera CCTV untuk memantau keadaan di sekitar rumah. Begitu juga jika Anda tinggal di dataran tinggi dengan kondisi cuaca yang dingin. Pastinya sisitem pengendali AC tak terlalu banyak berperan di sini karena AC kurang begitu signifikan di daerah dengan cuaca yang dingin.
3. Tentukan jaringan home automation serta sistem pengendalinya
Berbicara mengenai jaringan / network dari home automation serta sistem pengendalinya, setidaknya ada empat macam sistem yang sering diterapkan, yakni:
A. Sistem dengan kabel yang terstruktur (Structured wiring)
Sistem ini merupakan sistem yang berkerja melalui kabel – kabel multi konduktor yang aman dan akan mendistribusi data dan tenaga listrik ke telefon, komputer, home entertainment systems, dan home appliances yang ingin dikontrol secara otomatis. Kemudian, alat – alat tersebut akan dikontrol oleh microprocessor yang berkeja layaknya remote control atau timer. Sistem ini bisa diterapkan pada rumah yang baru akan dibangun, namun untuk rumah yang sudah dibangun, akan sulit menerapkan sistem ini mengingat banyaknya penggunaan kabel – kabel yang akan menyita tempat.
B. Wireless networks
Jaringan ini sangat fleksibel dan mudah diinstal. Namun, sistem ini mudah terinterfensi / terganggu oleh keberadaan alat elektronik, gelombang, hingga sinyal handphone.
C. Power line network
Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan kabel listrik yang sudah terpasang di rumah untuk menerima dan mengirim data. Kelemahan dari sistem ini adalah sangat mudah terganggu oleh aliran listrik yang tidak stabil. Jika sistem Anda tidak encrypted (diberi pengaman dengan kode tertentu), maka sistem Anda akan mudah diakses oleh tetangga yang berada di jalur listrik yang sama dengan Anda, yang pastinya akan membahayakan keamanan rumah Anda.
D. Sistem jaringan kabel telefon ( Phone line networks )
Sistem ini bekerja dengan cara mengontrol home appliances dan alat elektronik di rumah melalui jaringan kabel telefon. Sistem ini cukup rumit, terdiri dari bermacam – macam bagian, dan bekerja dengan memanfaatkan frekuensi yang berbeda. Sistem ini memerlukan instalasi dengan kabel, meskipun kabel yang digunakan relatif berdiameter lebih kecil ketimbang structured wiring.
sumber:architectaria.com

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan Anda berkomentar dengan sopan