Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Matius 11:28)

22 Feb 2011

PEMILIHAN BENTUK PONDASI

Posted by Yonas Wisanto on 20:55 with No comments
Untuk menentukan pondasi yang memadai, ada beberapa hal yang perlu diparhatikan & dipertimbangkan:....... 1. Apakah pondasi itu cocok unt berbagai keadaan dilapangan.
2. Apakah pondasi itu memungkinkan unt diselesaikan secara ekonomis sesuai jadwal kerjanya.
3. Keadaan tanah pondasi.
4. Design konstruksi diatasnya ( superstructure ).
5. Keadaan dari sekelilingnya.
Dari uraian diatas, keadaan tanah pondasi yg memegang peranan paling penting unt menentukan jenis/type pondasi yg akan dipakai. Berikut ini adalah jenis-jenis pondasi yg sesuai dg keadaan tanah pondasi yg bersangkutan.
1. Lapisan tanah pendukung pondasi cukup dangkal (2-3 m) dibawah permukaan tanah, pondasi yg dipilih adalah pondasi telapak.
2. Bila lapisan tanah pendukung unt mendukung pondasi cukup dalam (sekitar 10 m) dibawah permukaan tanah, pondasi yg dipilih adalah pondasi tiang pancang.
3. Bila lapisan tanah pendukung unt mendukung pondasi sekitar 20 m dibawah permukaan tanah, pondasi yg dipilih tergantung dari penurunan yg diizinkan. Kalau penurunan tdk diijinkan, maka dipakai pondasi tiang pancang. Kalau penurunan diijinkan, pakai pondasi dangkal dg perbaikan tanah dan pondasi tiang.
4. Bila lapisan tanah pendukung terletak pada kedalaman sekitar 30 m dibawah permukaan tanah, dipakai pondasi kaison terbuka, tiang baja atau tiang yg dicor ditempat.
5. Bila lapisan tanah pendukung terletak pada kedalaman sekitar 40 m dibawah permukaan tanah, dlm hal ini yg paling baik adalah tiang baja & tiang beton yg dicor ditempat.
Superstructure juga penting. Harus pula diamati kondisi pembebanan, sifat dinamis bangunan, kegunaan & kepentingan bangunan, kesulitan pemeliharaan & bahan-bahan unt bangunan. Apakah sifat bangunan itu mengizinkan atau tdk bila terjadi penurunan pada pondasi.
Apabila struktur bangunan diatasnya telah ditetapkan, sulit sekali memilih pondasi yg ekonomis. Misal jembatan direncanakan sebagai balok menerus, penurunan pondasi tdk diijinkan, biaya pembuatan pondasi menjadi mahal. Sebaliknya bangunan atas dianggap balok sederhana & penurunan diijinkan, maka biaya pengerjaan bangunan atas meningkat, walaupun biaya pondasi menjadi lebih kecil, secara keseluruhan jembatan menjadi lebih ekonomis. Agar diperoleh perencanaan yg ekonomis & rasional, perlu diadakan pengamatan menyeluruh terhadap bangunan atas dan pondasi.
Dari segi pelaksanaan, ada keadaan dimana kondisi lingkungan tdk memungkinkan unt pelaksanaan yg bisa sesuai dg yg diasumsikan dlm perencanaan, meskipun type pondasi yg sesuai telah dipilih dg perencanaan yg memadai & struktur pondasi telah dilengkapi dg pertimbangan kondisi tanah dan batasan-batasan struktur. Contohnya pekerjaan konstruksi didalam kota, ada beberapa keadaan dimana metode konstruksi tertentu kadang-kadang dilarang oleh karena ditinjau dari sudut gangguan umum. Oleh karenanya, usahakan dg cara apapun unt memasukkan kondisi lingkungan kedalam pertimbangan, mulai dari saat pemilihan tanah pondasi.
Sumber: Mekanika Tanah & Teknik Pondasi, Ir. Suyono sosrodarsono, Kazuto Nakazawa.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan Anda berkomentar dengan sopan