Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Matius 11:28)

22 Okt 2011

Eksotisme Lantai Bambu

Posted by Yonas Wisanto on 21:17 with No comments
Bentuk, daya tahan, keindahan, dan cara pemasangan lantai bambu serupa dengan parket.
Lantai bambu bukan hal asing dalam budaya Indonesia . Rumah-rumah tinggal di berbagai pedesaan sudah sejak dulu memakainya. Hanya bentuknya masih sangat tradisional, berupa bilah-bilah bambu yang dibelah kecil-kecil secara memanjang, kemudian diikat satu sama lain membentuk hamparan seperti tikar. Kualitas bahan baku dan finishing -nya juga seadanya. Karena itu bagi kalangan menengah perkotaan, lebih-lebih menengah atas, lantai bambu sama sekali bukan pilihan. Kalaupun dipakai, paling-paling untuk lantai gazebo.

Padahal, bila diolah secara modern dari bahan baku terpilih dengan bentuk lebih praktis, lantai bambu sama indahnya dengan lantai kayu atau parket. Bahkan, bambu bisa lebih unik dan eksotik. Kekuatan dan daya tahannya juga setara. Tengok saja lantai bambu keluaran Star Bamboo dan Prize of Wood ini.



Dari Cina

Bentuknya berupa bilah-bilah papan setebal 1,5 cm seperti parket, dengan panjang 92 – 185 cm dan lebar 9,2 – 9,6 cm tergantung merek dan tipenya. Lantai bambu dalam bentuk bilah papan baru beredar di sini tiga tahun belakangan. Semuanya didatangkan dari Cina. Bambu dari negara Tirai Bambu itu dinilai bermutu tinggi dengan ruas pendek, berdiameter kecil, dan berdaging tebal.

Sedangkan pembuatannya memakai teknologi Jerman. Di Eropa lantai bambu sudah populer karena ramah lingkungan. Proses pembuatan, batang-batang bambu dibelah menjadi keping-keping tipis, lalu ditumpuk dan dipress sehingga menghasilkan papan-papan bambu tebal bermotif horizontal-vertikal. Sebelumnya melalui proses pemanasan kadar gula dalam bambu dihilangkan agar lebih tahan rayap.

Proses itulah yang menghasilkan lantai bambu dengan warna berbeda: natural color (kuning sesuai aslinya) dan carbonized color (coklat). Makin lama proses pemanasan makin gelap warnanya. Terakhir papan bambu dipernis dengan antiultra violet agar daya tahannya lebih lama.

Menurut Agus Supriadi, Technical Support Hellnoz, distributor Star Bamboo, bambu memiliki karakteristik lebih baik ketimbang kayu solid. Bahkan, dibanding kayu jati misalnya, bambu dari jenis tertentu bisa lebih kuat, keras dan awet. Bambu juga mudah dibelah dan dibentuk. Selain itu, seperti halnya batang kelapa, bambu tidak terlalu disukai rayap. “Minimal bambu adalah makanan terakhir rayap,” katanya.



Warna berbeda

Yuninda, Marketing Flooring Division PT Global Mitra Sejahtera, distributor Prize of Wood, menambahkan, bambu juga memiliki daya tahan tinggi terhadap kelembaban. “Soalnya, pori-porinya sangat rapat,” ujarnya. Jangan heran bambu banyak dipakai sebagai pagar rumah.

Lantai bambu bisa diaplikasikan pada seluruh ruangan, termasuk kamar mandi kering. Eksotisnya terlihat saat diaplikasikan. Begitu terpasang setiap papan mencuatkan warna berbeda satu sama lain. Ada yang lebih terang, muda, dan gelap. Itulah yang membuatnya tampak sangat natural dan menawan.

Pemasangan mirip parket, dengan sistem tongue and grove (lidah dan ceruk). Salah satu sisi papan diberi celah tempat memasukkan lidah papan yang lain. Sebelum dipasang lantai harus kering, bersih dan rata. Pasang triplek setebal 9 mm sebagai underlayer sekaligus wadah untuk memaku. Papan-papan bambu dipaku ke triplek dengan paku khusus.

Rekatkan masing-masing papan dengan lem yang dioleskan pada bagian tongue dan grove . Harga lantai bambu lebih murah ketimbang parket dari kayu solid namun lebih mahal daripada laminated flooring . Harga Star Bamboo 45 dollar AS per m2, dan Prize of Wood Rp300 ribu. Plus ongkos pasang Rp25 ribu per m2.

sumber: housing-estate

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan Anda berkomentar dengan sopan